IPO Perusahaan Energi Terbarukan Ini Bakal Terbesar di China pada 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Grup China Three Gorges Renewable Co bakal catat penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) terbesar di China pada 2021 setelah mendapatkan persetujuan dari regulator.

Unit grup China Three Gorges Corp berencana menjual 8,57 miliar saham di Shanghai, China. Hal itu seperti disebut dalam prospektus yang disampaikan ke bursa saham Shanghai. Namun, perseroan belum menyampaikan potensi perolehan dana yang diraih.

Berdasarkan pernyataan Komisi Sekuritas dan Regulasi China , perusahaan milik negara tersebut telah menerima persetujuan tertulis dari regulator sekuritas China.

China Three Gorges Renewables mengumumkan mengumpulkan dana 25 miliar yuan (USD 3,85 miliar) melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada tahun lalu.

Rencana IPO tersebut menjadi terbesar di China jika mulai diperdagangkan pada 2021, hal itu berdasarkan data yang dikumpulkan Bloomberg. Perolehan dana itu melampaui IPO Tianneng Battery Group senilai USD 697 juta pada Januari 2021.

Mengutip yahoo finance, Senin (26/4/2021), induk usaha China Three Gorges Renewables merupakan perusahaan pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia dan perusahaan energi bersih terbesar di China, berdasarkan laman perusahaan.

Untuk total aset unit energi terbarukan terutama pembangkit tenaga surya dan angin serta pembangkit listrik tenaga air kecil bernilai lebih dari 140 miliar yuan

Dana Hasil IPO

Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Perseroan menyatakan dana hasil IPO akan digunakan untuk membiayai proyek pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai dan likuiditas. Rencananya perseroan menawarkan saham mulai 10 Mei 2021.

"Dana hasil IPO utamanya untuk target proyek 2021 sebelum skema subsidi angin lepas pantai nasional China akan berakhir,” ujar Analis BloombergNEF, Leo Wang.

Ia menambahkan, subsidi provinsi yang telah diumumkan sejauh ini tidak cukup untuk membuat proyek pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai yang menguntungkan pada tingkat biaya saat ini.

Namun, pencatatan saham itu muncul seiring ambisi China untuk mencatat kenaikan energi terbarukan dengan tujuannya mencapai puncak emisi karbon pada 2030 dan netralitas karbon pada 2060.

"Usulan IPO sejalan dengan arahan kebijakan pemerintah untuk mengurangi manfaat dari perusahaan milik negara dan meningkatkan kepemilikan beragam di entitas tersebut. Pencatatan tersebut juga akan membantu mengurangi utang perusahaan induk,” ujar Moody’s Investor Service Vice President, Ada Li.

Bloomberg melaporkan pada Maret, induk usaha perseroan menjual saham dalam portofolio aset internasionalnya. Investor termasuk perusahaan milik Singapura GIC Pte dan lembaga yang didukung China CNIC Corp.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini