IPO Terbesar di AS, Kapitalisasi Pasar Saham Coupang Tembus Rp 1.214 Triliun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, New York - Saham raksasa e-commerce Korea Selatan, Coupang (CPNG), melonjak 40 persen dalam debutnya pada perdagangan Kamis di New York Stock Exchange. Hal itu membuat penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) Coupang menjadi IPO terbesar sepanjang 2021 di Amerika Serikat.

Dilansir dari laman CNBC, Jumat (12/3/2021), saham Coupang mulai diperdagangkan pada level USD 63,50. Saham ditutup pada USD 49,25, memberikan perusahaan kapitalisasi pasar USD 84,47 miliar atau sekitar Rp 1.214 triliun (asumsi kurs Rp 14.373 per dolar AS).

Sebelumnya, perusahaan telah mengatakan mereka akan menjual saham masing-masing antara USD 27 dan USD 30 sebelum menaikkan kisaran itu menjadi USD 32 menjadi USD 34-dan akhirnya menetapkan harga pada USD 35.

Perusahaan juga menaikkan jumlah saham yang akan ditawarkan, dari 120 juta menjadi 130 juta, termasuk beberapa dari pemegang saham yang ada.

Didirikan pada 2010 oleh miliarder Korea-Amerika Bom Kim, Coupang (dilafalkan "coo-pong") membuat namanya terkenal melalui layanan pengiriman hari yang sama atau hari berikutnya yang dijamin. Seringkali dibandingkan dengan Amazon atau Alibaba, Coupang memiliki lebih dari 100 pusat pemenuhan dan logistik di lebih dari 30 kota.

Perusahaan, yang menduduki peringkat nomor 2 pada daftar CNBC Disruptor 50 2020, juga mempekerjakan 15 ribu pengemudi di Korea Selatan untuk pengirimannya.

Seperti banyak perusahaan e-niaga, bisnis Coupang telah berkembang selama pandemi COVID-29 lantaran semakin banyak orang yang tinggal di rumah dan berbelanja online.

Ketika krisis pertama kali dimulai, pesanan pengiriman hari berikutnya perusahaan melonjak dari lebih dari 2 juta menjadi 3,3 juta per hari.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Alami Kerugian

Spesialis Michael Mara (kiri) dan Stephen Naughton berunding saat bekerja di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)
Spesialis Michael Mara (kiri) dan Stephen Naughton berunding saat bekerja di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)

Coupang hampir menggandakan pendapatannya menjadi USD 12 miliar tahun lalu, menurut pengajuannya untuk go public. Namun, perusahaan melaporkan kerugian bersih sekitar USD 475 juta pada 2020.

Debut pasar pada Kamis dapat menandai kesuksesan SoftBank yang merupakan pemegang saham terbesar Coupang melalui Vision Fund senilai USD 100 miliar, atau memiliki lebih dari 35 persen Coupang.

Perusahaan telah pulih dari serangkaian kesalahan langkah dan mengumumkan bulan lalu bahwa mereka mencatat laba USD 8 miliar pada unit Vision Fund pada kuartal ketiga.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini