Iptu Anggoro, Jaga Kerusuhan 98 hingga Nangkap Imam S Arifin

Siti Ruqoyah, Andrew Tito
·Bacaan 3 menit

VIVA – Murah senyum, rajin beribadah dan ramah, adalah karakter dari seorang perwira polisi yang kini menduduki jabatan Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kalideres Jakarta Barat, Iptu Anggoro Winardi.

Meski baru dua balok pangkat yang tersemat di bahunya, namun berkat sederet prestasi pengungkapan kasus kriminal kelas kakap, hingga narkoba jumlah besar jaringan internasional, pria yang memulai kariernya di kepolisian pada tahun 1997 ini di percaya menduduki jabatan strategis.

Dalam perjalanan kariernya, Anggoro memulai sepak terjang kepolisiannya sebagai anggota polisi biasa yang ditempatkan di Mapolda Metro Jaya.

Baca juga: AKBP Andi Sinjaya Ghalib, Ungkap Pembunuhan Cuma 4 Jam

“Saat itu pada tahun 1998, kerusuhan yang besar waktu itu, saya diterjunkan langsung sebagai polisi antihuru-hara di Polres Jakarta Barat,” ujar Anggoro saat ditemui VIVA.

Seiring berjalannya waktu, Anggoro berdinas di Polsek Kalideres di unit Reserse. Dari Reserse inilah, Anggoro terus berkembangan mengungkap kasus-kasus kriminal yang ada di wilayah Kalideres.

"Pada tahun 2012 saya lulus pendidikan SIP (Sekolah Inspektur Polisi) dan pada tahun 2013 sebagai Panit Reskrim Kembangan tahun 2013," ujarnya.

Pada 2014, Anggoro menjadi Panit Reskrim Polsek Tambora. Ketika bertugas di Polsek Tambora, Anggoro sempat mendapat apresiasi dari pejabat Polsek dan Polres Metro Jakarta Barat karena mengungkap kasus kejahatan bajing loncat dan geser barang milik pengunjung yang meresahkan di Pasar Pagi Tambora, dan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menggunakan senjata api.

"Pernah jadi Panit Narkoba Polsek Cengkareng tahun 2015, Kasubnit Narkoba Unit 2 Polres Jakbar 2016 dan Kasubnit Narkoba Unit 1 2020," katanya.

Anggoro bercerita tentang pengalaman pengungkapan narkoba yang paling berkesan selama dirinya menjadi anggota Kepolisian, ikut dalam tim mengungkap penyelundupan narkoba jenis sabu kelas internasional dengan barang bukti 120 kg.

“Berkat kerja keras tim hingga akhirnya kami dan tim berhasil melakukan pengungkapan, saya dapat PIN emas dari Kapolri saat itu,” kata Anggoro mengenang saat itu.

Sederet prestasi pengungkapan narkoba yang yang melibatkan dirinya terbilang cukup fantastis, ada pula beberapa kasus pengungkapan jaringan narkoba kelas cukup besar dengan barang bukti puluhan kg sabu.

"Kemudian pengungkapan 3 koper narkoba tahun 2019 juga, pengungkapan kurir jaringan international barang bukti 30 kg sabu tahun 2019, penangkapan model penjual sabu jaringan internasional tahun 2019 dan penangkapan ganja dalam kemasan kopi 2018 lalu," ujar Anggoro.

Selain sabu dan ganja, dirinya juga kerap melakukan penangkapan artis, seperti Imam S Arifin pada 2017, Jerry Aurum 2019, Indra asistennya Ririn Ekawati tahun 2020 dan Ridho Ilahi tahun 2020. Terakhir menangkap anggota DPRD Sumba Barat Daya saat memakai sabu 2018 silam.

Saat Polres Metro Jakarta Barat merotasi para perwira di jajaran masing-masing Polsek, dia mendududki jabatan baru.

Dalam rotasi jabatan tersebut, terdapat nama perwira Iptu Anggoro Winardi yang berawal jabatannya Kasubnit 1 Narkoba Unit 1 Polres Metro Jakarta Barat, kini menduduki jabatan baru menjadi Kanit Reskrim Polsek Kalideres.

“Jabatan yang diamanatkan kepada saya saat ini tidak terlepas dari dukungan doa keluarga dan seluruh rekan-rekan serta didikan ilmu yang sangat berharga dari para senior senior,” katanya.

“Di sini (Kalideres) saya belajar lagi, dan berusaha keras agar satuan reserse di Polsek Kalideres ini bisa diakui atas kinerjanya,” ujarnya.