IPW : Makelar Jabatan di Tubuh Polri Bukan Isu Baru

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesian Police Watch (IPW) menganggap bahwa makelar jabatan dalam tubuh Polri bukan isu baru.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengungkapkan bahwa dugaan kasus makelar jabatan dalam tubuh institusi Polri tersebut sangat mengejutkan apalagi menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Polri.

"Memang, makelar jabatan bukanlah isu baru di kepolisian. Meski sudah ada upaya dari Polri untuk memberantasnya, isu makelar jabatan tetap saja muncul," kata Neta kepada Tribunnews.com, Senin (24/6/2013).

Untuk itu, dikatakan Neta, Polri harus menjelaskan secara transparan tentang penangkapan anggota Polri yang terlibat makelar jabatan tersebut.

"Apalagi ada informasi yang menangkap adalah anggota Polri mantan penyidik KPK. Jika itu benar, hal ini menunjukkan semakin ada upaya yang kuat dari internal Polri untuk membersihkan diri, membersikan Polri dari makelar jabatan," ungkapnya.

IPW berharap KPK dan kompolnas segera menelusurinya agar elit-elit Polri tidak menyembunyikan kasus ini. Bagaimana pun kasus ini sangat mencoreng citra polri.

Kapolri harus memberi jaminan bahwa anggota Polri yang menangkap dan mengungkap kasus ini tidak dikorbankan, melainkan harus dilindungi.

"Justru polisi-polisi yang terlibat makelar jabatan harus disikat sampai habis dari tubuh Polri. IPW memberi apresiasi pada anggota Polri yang berani menangkap dan mengungkap kasus ini," katanya.

Dikabarkan dua perwira menengah Polri ditangkap Mabes Polri saat akan melakukan upaya suap terhadap pejabat Polri untuk memuluskan posisi jabatan. Tetapi hingga saat ini pihak Mabes Polri belum mengetahui kebenaran informasi tersebut.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.