Irak Berpegang Pada Pendirian Soal Dialog Guna Selesaikan Masalah

Baghdad (ANTARA/SANA-OANA) - Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki menekankan dukungannya bagi penyelenggaraan dialog dan dipertahankannya undang-undang sebagai dasar bagi penyelesaian semua masalah dalam negeri.

Al-Maliki berbicara selama pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry di Ibu Kota Irak, Baghdad, Ahad (24/3). Pertemuan itu dipusatkan pada perkembangan hubungan antara Irak dan AS dan peningkatan kerja sama sehubungan dengan kesepakatan kerangka kerja strategis yang ditandatangani kedua pihak.

Jejaring al-Maliki menyatakan pertemuan tersebut membahas secara mendalami berbagai masalah regional, krisis di Suriah dan upaya untuk memerangi terorisme, demikian laporan SANA --yang dipantau ANTARAdi Jakarta, Senin pagi.

Sementara itu Kerry menekankan pentingnya mengembangkan hubungan bilateral dengan Irak. Menteri Luar Negeri AS tersebut mengatakan AS tertarik pada pandangan pemerintah Irak mengenai masalah regional dan terutama krisis di Suriah.

Menurut jejaring al-Maliki, sudut pandang kedua pejabat itu selama pertemuan tersebut berdekatan mengenai perlunya menemukan penyelesaian politik bagi situasi di Suriah untuk menyelamatkan rakyatnya dari tragedi lebih lanjut.

Kedua pihak, kata jejaring al-Maliki, menyampaikan "keprihatinan mereka mengenai perkembangan krisis di Suriah dan menekankan perlunya upaya untuk mengatasinya".

Sementara itu Menteri Luar Negeri Irak Hoshiyar Zebari juga menyampaikan kembali pendirian negerinya dalam mendukung penyelesaian krisis di Suriah melalui politik dan dialog nasional tanpa campur asing apa pun.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.