Iran desak masyarakat gunakan masker di tengah kekhawatiran gelombang kedua virus corona

DUBAI (Reuters) - Kementerian kesehatan Iran pada Senin mendesak orang-orang mengenakan masker wajah di tempat-tempat umum, lapor televisi pemerintah, menyusul peringatan bahwa Republik Islam Iran bisa menghadapi gelombang baru infeksi virus corona.

Para pejabat kesehatan mengatakan pekan lalu mungkin ada gelombang kedua infeksi virus corona baru yang lebih kuat jika orang mengabaikan aturan jaga jarak sosial.

Jumlah kematian Iran akibat virus corona mencapai 8.351 pada Senin, dengan 70 kematian dalam 24 jam sebelumnya, kata juru bicara kementerian kesehatan Kianush Jahanpur. Jumlah kasus baru turun menjadi 2.043, kata dia, sehingga total menjadi 173.832.

"Semua orang harus memakai masker ketika berada di tempat-tempat umum seperti toko atau tempat lain di mana mengamati jaga jarak sosial sepenuhnya tidak mungkin dilakukan," kata Jahanpur.

Dengan 3.574 infeksi baru, Iran mencatat jumlah kasus tertinggi dalam satu hari Kamis lalu. Pihak berwenang mengatakan tes lebih luas mungkin menjadi alasan untuk peningkatan jumlah kasus yang dilaporkan.

Iran memberlakukan batasan untuk mengekang penyebaran COVID-19 pada pertengahan April. Negeri ini mulai melonggarkan pembatasan ini setelah jumlah harian kematian dan kasus terinfeksi turun, sebagian karena kekhawatiran tentang dampa kekonomi dari pembatasan itu.

Tetapi tingkat infeksi yang dilaporkan meningkat lagi pada Mei, dan pemerintah dipaksa memberlakukan kembali pembatasan di beberapa provinsi setelah wabah lokal merebak.


(Ditulis oleh Parisa Hafezi, Disunting oleh Timothy Heritage)