Iran Gelar Kapal Perang di Mediterania

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Kapal-kapal perang Iran memasuki Laut Mediterania setelah melintasi Terusan Suez, Sabtu (18/2). Tindakan itu untuk menunjukkan kekuatan Teheran kepada negara-negara kawasan, terkait ketegangan hubungan dengan Israel.

"Angkatan laut yang strategis Republik Islam Iran melewati Terusan Suez untuk kedua kali sejak Revolusi Islam tahun 1979," kata Laksamana Habibolllah Sayari dalam pernyataan yang dikutip kantor berita IRNA.

Ia tidak mengatakan berapa jumlah kapal yang melintasi terusan itu, atau misi apa yang mereka lakukan di Mediterenia, tetapi mengatakan armada itu sebelumnya singgah d kota pelabuhan Arab Saudi Jeddah.

Dua kapal perang Iran, perusak Shahid Qandi dan kapal pasokan Kharq, telah singgah di kota pelabuhan itu 4 Februari.

Sayari mengatakan penggelaran kapal-kapal perang itu ke Mediterenia akan menunjukkan kekuatan republik Islam itu kepada negara-negara kawasan itu dan juga menyampaikan pesan Teheran bagi perdamaian dan persahabatan.

Pengumuman itu dikeluarkan pada saat ketegangan meningkat antara Iran dan Israel ditambah lagi dengan sengketa menyangkut program nuklir Iran dan spekulasi yang meningkat Israel kemungkinan melancarkan serangan segera terhadap fasilitas-fasilitas Iran.

Para pejabat Israel juga menuduh Iran merekayasa serangan-serangan bom anti-Israel di India dan Georgia dan ledakan-ledakan di Bangkok. Iran membantah tuduhan-tuduhan itu.

Kehadiran pertama kapal perang Iran di Mediterenia Februari 2011 memicu reaksi keras dari Israel, dan AS bersama dengan negara Yahudi menyiagakan angkatan laut mereka.

Dalam penggelaran tahun 2011, dua kapal Iran, satu perusak dan satu kapal pasokan berlayar melewati pantai Israel dan singgah di pelabuhan Latakia Suriah sebelum pulang ke Iran melalui Laut Merah.

Para pemimpin Israel mengecam tindakan itu sebagai satu provokasi.

Angkatan laut Iran meningkatkan kehadiannya di perairan internasional dalam dua tahun belakangan ini, menggelar kapal-kapal di Samudra India dan Teluk Aden untuk misi-misi melindungi kapal-kapal niaga Iran dari aksi perompak Somalia.

Dan Iran mengirim kapal-kapal selam ke Laut Merah Juni lalu untuk mengumpulkan data misi pertamanya di perairan terdekat. 

Sementara para komandan angkatan lautnya mengatakan mereka berencana menggelarkan kapal-kapal dekat perairan AS di masa mendatang.

Pasukan angkatan laut Iran terdiri atas satuan kecil termasuk kapal-kapal cepat yang dilengkaii dengan rudal, yang beroperasi di Teluk Persia dan berada dibawah komando Pengawal Revolusi.

Angkatan laut menggunakan kapal-kapal pergat kecil, perusak dan tiga kapal selam klas Kilo buatan Rusia yang mengawasi misi-misi di Teluk Oman dan Teluk Aden.

Angkatan laut kini secara permanen menggelar setidaknya dua kapal di daerah-daerah itu untuk mengawal kapal-kapal niaga dan terlibat dalam lebih dari 100 konfrontasi dengan para perompak bersenjata dalam Desember, kata komandan angkatan laut itu.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.