Iran: Israel akan Rasakan Akibatnya karena Serang Gaza

Merdeka.com - Merdeka.com - Iran memperingatkan Israel dengan keras, bahwa negara itu akan membayar harga yang sangat mahal atas serangannya ke Jalur Gaza yang dimulai pada Jumat. Kepala Garda Revolusi Iran (IRGC), Mayjen Hossein Salami menyampaikan Palestina tidak sendiri dalam perjuangannya melawan Israel.

"Hari ini, semua kemampuan jihadis anti-Zionis berada di lokasi bersatu untuk membebaskan Yerusalem dan menegakkan hak-hak rakyat Palestina," tegas Salami dalam pernyataannya di situsnya Sepah News, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (7/8).

"Kami bersama kalian pada jalan ini sampai akhir, dan beritahukan Palestina dan orang Palestina bahwa mereka tidak sendiri," jelasnya kepada pemimpin kelompok Jihad Islam, Ziad al-Nakhala dalam pertemuan di Teheran.

Salami menekankan, respons dari Palestina atas serangan tersebut menunjukkan "babak baru" telah dimulai dan Israel akan merasakan akibatnya, membayar harga yang sangat mahal atas kejahatannya.

"Perlawanan orang Palestina lebih kuat hari ini daripada di masa lalu," ujarnya, seraya menambahkan kelompok bersenjata memiliki kemampuan untuk menangani perang besar.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk apa yang disebut "serangan brutal" Israel terhadap Gaza.

Presiden Iran, Ebrahim Raisi menyampaikan Israel "sekali lagi menunjukkan sifat penjajah dan agresifnya kepada dunia."

Israel menyerang Gaza pada Jumat malam dengan dalih adanya ancaman serangan dari kelompok Jihad Islam yang bermarkas di Jalur Gaza. Sebanyak 24 orang tewas, termasuk enam anak-anak Palestina. Seorang komandan senior Jihad Islam juga tewas dalam serangan tersebut.

Iran adalah pendukung Jihad Islam dan Nakhala bertemu Raisi serta pejabat lainnya selama kunjungannya ke Teheran.

Israel menuduh Iran menyelundupkan senjata ke kelompok-kelompok bersenjata di Gaza. Pada Maret 2021, Israel mengatakan mencegat dua drone Iran bermuatan senjata ke Gaza. [pan]