Iran Penjarakan Putri Mantan Presiden Rafsanjani

Merdeka.com - Merdeka.com - Putri mantan Presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani, Faezeh Hashemi, divonis lima tahun penjara oleh pengadilan Iran. Hal ini diungkapkan pengacara Faezeh pada Selasa (10/1).

Pengacara tersebut tidak menjelaskan secara rinci dakwaan terhadap kliennya. Faezeh juga diketahui seorang aktivis.

Namun menurut laporan kantor berita ISNA, jaksa penuntut umum di pengadilan Teheran mendakwa Faezeh tahun lalu atas dugaan "propaganda terhadap sistem".

Media pemerintah pada September 2022 melaporkan, Faezeh ditangkap karena "menghasut sehingga terjadi kerusuhan" di Teheran saat unjuk rasa yang dipicu kematian Mahsa Amini. Mahsa Amini meninggal setelah ditangkap polisi syariah karena diduga tidak memakai jilbab dengan patut.

"Menyusul penangkapan Faezeh Hashemi, dia dihukum lima tahun penjara tapi hukuman tersebut belum final," jelas kuasa hukumnya, Neda Shams di Twitter, dikutip dari Reuters, Rabu (11/1).

Pada 2012, Faezeh juga dihukum penjara dan dilarang berpolitik karena diduga menyebarkan "propaganda anti negara" pada 2009 ketika terjadi sengketa pemilihan presiden.

Ayahnya dikenal dengan kebijakan liberalisasi ekonominya dan memiliki hubungan yang baik dengan Barat, yang menuai kritik tajam selama dia menjabat. Rafsanjani juga salah satu pendiri Republik Islam Iran. Dia meninggal pada 2017. [pan]