Iran: Pesawat Tak Berawak Hizbullah Bukan Teknologi Mutakhir

Teheran (ANTARA/ISNA-0ANA) - Iran mengatakan pesawat tak berawak yang dicegat di wilayah Israel beberapa waktu lalu bukanlah teknologi yang paling mutakhir yang dimilikinya.

"Pesawat tak berawak yang diterbangkan di atas wilayah Quds yang diduduki oleh pasukan perlawanan Lebanon itu pasti bukan teknologi terbaru Iran," kata Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi pada Ahad dalam satu wawancara yang disiarkan pada laman pemerintah.

"Iran saat ini memiliki pesawat dengan teknologi jauh lebih canggih dan rumit yang digunakan dalam pesawat-pesawat yang baru terbang di atas langit Israel oleh Hizbullah," tegasnya.

Vahidi mencatat bahwa penerbangan pesawat tanpa awak di dalam perbatasan Israel adalah "menunjukkan kekuasaan" Hizbullah dan "pukulan yang menghancurkan bagi Israel" yang merusak propaganda kubah besinya.

Menurut Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah, operasi bernama-kode Hussein Ayub memperlihatkan pesawat tak berawak Hizbullah terbang ratusan kilometer ke dalam wilayah udara Israel dan mencapai sangat dekat dengan pembangkit nuklir Dimona tanpa terdeteksi oleh kecanggihan radar Israel dan Amerika Serikat.

Hizbullah berencana untuk mengirim pesawat lebih banyak di atas Israel di masa depan, kata Nasrallah, dan menambahkan bahwa operasi itu menunjukkan gerakan perlawanan siap membela Lebanon.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.