Iran: Rencana Zona Larangan Terbang AS di Suriah Menyeramkan

Teheran (ANTARA/Xinhua-OANA) - Para pejabat Iran menyampaikan penentangan mereka terhadap pengucilan Suriah dan menyebut rencana zona larangan terbang AS sebagai rencana yang menyeramkan, dalam reaksi terhadap tindakan baru-baru ini oleh beberapa negara regional serta Barat mengenai krisis Suriah.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast, Selasa (14/8), mengatakan Republik Islam tersebut takkan pernah menerima baik pembekuan keanggotaan Iran di Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), demikian laporan kantor berita Iran, IRNA.

Saat berbicara kepada wartawan selama taklimat mingguannya, Mehmanparast mengatakan negara tertentu mungkin mendukung pembekuan keanggotaan Suriah di OIC selama pertemuan tingkat tinggi di Makkah, Arab Saudi, tapi Teheran takkan pernah menerimanya.

Menteri luar negeri OIC, Senin (13/8), mengusulkan untuk menskors Suriah dari lembaga itu, dalam pertemuan di Arab Saudi, sementara keputusan resmi tampaknya disahkan pada Rabu waktu setempat.

Diplomat senior negara anggota OIC menyampaikan usul tersebut dalam pertemuan persiapan bagi pertemuan darurat OIC --yang diselenggarakan pada Selasa dan Rabu.

Keputusan resmi mengenai Suriah, yang memerlukan mayoritas dua-pertiga, sangat mungkin disahkan.

Menteri Luar Negeri Iran Ali-Akbar Salehi juga mengatakan Iran menentang pembekuan keanggotaan Suriah di OIC, kata kantor berita setengah resmi Iran, Mehr, Selasa, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Rabu siang.

"Saya secara terbuka menentang pembekuan keanggota setiap negara, setiap organisasi," kata Salehi sebagaimana dikutip.

"Dengan membekukan keanggotaan satu negara, anda tak bergerak maju dalam penyelesaian satu masalah," kata Menteri Luar Negeri Iran tersebut. Ia merujuk kepada upaya yang dilancarkan oleh beberapa negara.

Ia mengatakan negara OIC harus membantu menyelesaikan masalah Suriah dan memulihkan kedamaian serta kestabilan bagi wilayah itu.

Pada Selasa, Mehmanparast berbicara tentang keikut-sertaan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinjead dalam konferensi OIC di Makkah dan mengatakan keikut-sertaan Ahamadinejad memperlihatkan Teheran bersungguh-sungguh dalam membantu menyelesaikan krisis regional, kata kantor berita setengah resmi, Fars.

"Kehadiran Presiden Ahmadinejad dalam konferensi ini memperlihatkan kesungguhan keinginan kami guna menyelesaikan krisis regional secara damai," kata Mehmanparast sebagaimana dikutip.

Ia menambahkan dunia Muslim mesti bersatu guna menghadapi rencana musuh di wilayah itu.

Mehmanparast pada Selasa memperingatkan mengenai kemungkinan pemberlakukan zona larangan oleh Amerika Serikat di Suriah dan mendesak negara regional guna mencegah agar tak terseret ke dalam tindakan semacam itu, kata kantor berita setengah resmi, ISNA.

"Sayangnya, pihak Amerika memainkan peran yang menghancurkan dalam pembangunan di Timur Tengah," kata juru bicara tersebut. Ia menambahkan Amerika Serikat bersiap untuk mengulangi rencananya di Libya buat Suriah.

Rencana AS untuk memberlakukan zona larangan terbang di Suriah memperlihatkan satu rencana mengerikan dengan tujuan mempersiapkan dasar bagi campur tangan militer di negeri itu, katanya.

"Negara regional tak boleh membiarkan tindakan semacam itu terjadi di wilayah ini," katanya.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.