Iran Tutup Perbatasan dengan Irak Setelah Kerusuhan Tewaskan 30 Orang

Merdeka.com - Merdeka.com - Iran menutup perbatasannya dengan Irak setelah kerusuhan pecah di Baghdad, menewaskan sedikitnya 30 orang. Hal ini disampaikan pejabat tinggi Iran pada Selasa (30/8).

Kerusuhan pecah setelah ulama Syiah Irak, Muqtada al-Sadr mengumumkan akan keluar dari politik. Pendukungnya lalu melakukan demonstransi di Zona Hijau di Baghdad, kompleks kantor pemerintahan Irak, dan bentrok dengan pendukung kelompok rival.

Dilansir Al Arabiya, Iran juga meminta warganya jangan bepergian ke Irak. Jutaan orang Iran berkunjung ke kota Karbala di Irak setiap tahun untuk melakukan ritual Arbain, hari terakhir peringatan 40 hari masa berduka atas wafatnya cucu Nabi Muhammad, Imam Hussein. Hari Arbain jatuh pada tanggal 16-17 September tahun ini.

"Perbatasan dengan Irak telah ditutup. Karena masalah keamanan, penting bagi orang Iran untuk menghindari bepergian ke Irak sampai pemberitahuan lebih lanjut," jelas Wakil Menteri Dalam Negeri Iran, Majid Mirahmadi.

Televisi pemerintah Iran melaporkan, semua penerbangan ke Irak juga dihentikan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

"Kami berusaha untuk mengatur penerbangan darurat untuk memulangkan warga Iran dari Irak dan Baghdad yang saat ini ada di bandara. Kami berharap bisa mengevakuasi mereka hari ini," jelas pejabat otoritas penerbangan yang dikutip televisi pemerintah. [pan]