Irgan: Polisi Malaysia Sangat Buas Terhadap TKI

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi IX DPR Irgan Chairul Mahfiz menyatakan polisi Malaysia sangat buas terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) di negeri itu.

Irgan di Jakarta, Selasa, menegaskan kasus pemerkosaan seorang TKI yang terjadi di kantor Polisi Mertajam, Pulau Penang, Malaysia, pada Jumat (9/11) secara bergiliran oleh tiga polisi muda Malaysia yakni Nik Sin Mat Lazin (33), Syahiran Ramli (21), serta Remy Anak Dana (25) itu merupakan tindakan brutal dan biadab.

Pemerintah Malaysia harus segera membawa kasus tersebut ke pengadilan dan menghukum berat pelakunya, kata Irgan.

"Jika tidak mendapatkan hukuman yang adil bagi korban maka kasus ini menjadi persoalan serius bagi hubungan Indonesia-Malaysia," katanya.

Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan itu mengatakan akibat pemerkosaan itu juga diniscaya menimbulkan protes keras berbagai pihak internasional, yang merasa tidak nyaman atas perilaku amoral polisi Malaysia.

Ia menilai, perilaku sadis tiga polisi Malaysia dalam merenggut paksa kehormatan TKI itu akan sulit dilupakan kejahatannya karena perbuatan binatang itu telah menyakitkan perasaan bangsa Indonesia sebagai tetangga yang berkali-kali menerima pengalaman pahit dengan pihak Malaysia terkait permasalahan TKI.

Ia menyatakan rangkaian penderitaan harkat TKI di Malaysia tak dijamin akan berhenti jika tak ditanggapi tindakan tegas pemerintah Indonesia.

Para TKI, katanya, sejauh ini acap menjadi korban ulah tidak beradab polisi negeri jiran itu, baik berupa pengejaran para TKI di hutan-hutan, pemerasan, penembakan, termasuk pemerkosaan.


"Semua kasus itu membuktikan polisi Malaysia memang tak memiliki moral dalam menghadapi keberadaan TKI, berulang-ulang mengabaikan HAM dan kerap merendahkan TKI sebagai manusia," katanya.

Irgan menyerukan pemerintah untuk menghentikan secara permanen penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia.

"Pemerintah Indonesia perlu mengambil langkah tegas akibat banyaknya kejadian tragis yang menghinakan kehormatan Indonesia," katanya.

Moratorium atau penghentian sementara TKI penata laksana rumah tangga ke Malaysia sejak 2009 harus ditingkatkan menjadi penghentian permanen dan total, selain diperluas bagi TKI pekerja perkebunan yang sering tercekam dalam nasib buruk selama berada di Malaysia.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.