Iri dengan Ernest Prakasa, Bene Dion bikin film keluarga Batak

·Bacaan 2 menit

Sutradara film "Ngeri Ngeri Sedap" Bene Dion Rajagukguk mengaku sudah lama memiliki keinginan untuk membuat film dengan latar belakang keluarga Batak, apalagi saat menyaksikan "Cek Toko Sebelah" garapan Ernest Prakasa yang disukai banyak orang.

Bagi Bene, kehidupan keluarga Batak sangatlah personal dan dia juga memiliki latar belakang budaya tersebut. Meski demikian, persoalan yang diangkat dalam film "Ngeri Ngeri Sedap" bersifat universal dan dialami oleh keluarga lain di Indonesia.

"Iri banget waktu nonton 'Cek Toko Sebelah', Koh Ernest bisa bikin background yang personal buat dia. Terus aku pikir, kayaknya perlu bikin begini deh dengan background Batak supaya orang-orang Batak itu nonton dan happy," ujar Bene dalam jumpa pers film "Ngeri Ngeri Sedap" pada Rabu.

Penulis skenario dan sutradara "Cek Toko Sebelah: The Series" itu mengatakan film terbarunya tidak 100 persen menggunakan bahasa Batak. “Ngeri Ngeri Sedap” hanya menggunakan keluarga Batak sebagai penguat cerita saja, namun film ini dapat dinikmati oleh semua orang.

"Ketika cerita ini ditonton orang Batak, akan sangat relate tapi buat yang bukan Batak juga akan mengerti apa yang terjadi dan mungkin juga dialami oleh keluarganya," kata Bene.

"Seperti kita tahu, 'Cek Toko Sebelah' itu memperbaiki hubungan banyak keluarga yang menonton, orang tua-anak atau anak sama anak," lanjutnya.

Syuting "Ngeri Ngeri Sedap" 90 persen di lakukan di Balige, Sumatra Utara. Film ini juga melibatkan talenta lokal, baik dari pemain dan juga kru.

Selain itu, Bene juga ingin memperlihatkan keindahan Danau Toba dan Bukit Holbung yang masih jarang diketahui oleh masyarakat di luar pulau Sumatra.

"Set dikelilingi oleh pemandangan indah dan banyak yang belum tahu, ini juga sekaligus untuk memajukan pariwisata di saja juga. Siapa tahu kayak 'Laskar Pelangi' yang membuat pariwisata Belitung begitu maju. Dari Bukit Holbung ini, kita bisa lihat Danau Toba 360 derajat dari situ," kata Bene.

Baca juga: Ernest Prakasa: "Gara Gara Warisan" terinspirasi dari kisah keluarga

Baca juga: Alasan Ernest Prakasa pilih Muhadkly sutradarai "Gara Gara Warisan"

Baca juga: "Teka-Teki Tika", sajian drama keluarga berbalut misteri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel