Iriana pun pegang peranan: Diplomasi Ibu Negara memperkuat Presidensi G20 Indonesia

Presiden Joko “Jokowi” Widodo cukup menyedot perhatian global ketika berkunjung ke Ukraina dan Rusia bulan lalu. Kunjungannya dianggap sebagai salah satu upaya untuk mendamaikan kedua negara yang sedang berkonflik itu.

Namun, sepertinya tidak banyak pengamat dan publik yang menaruh perhatian pada istrinya, Ibu Negara Iriana Widodo, yang ikut menemani beliau dalam kunjungan tersebut - termasuk ke Kyiv, kota yang kini dianggap sebagai salah satu wilayah paling berbahaya di dunia karena sedang aktif menghadapi perang.

Iriana menjadi ibu negara kedua yang mengunjungi Ukraina setelah Jill Biden, istri Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bulan Mei lalu.

Selama beberapa dekade, ibu negara dari seluruh dunia telah menunjukkan bahwa mereka memiliki peran penting dalam misi diplomatik. Mereka dianggap mampu menawarkan pendekatan yang berbeda dari gaya kepemimpinan tradisional negara yang selama ini masih cenderung maskulin. Mereka juga dianggap mampu menciptakan citra yang lebih baik bagi negara mereka di mata global.

Kiprah para Ibu Negara dalam diplomasi

Praktik diplomasi ibu negara memiliki sejarah dan tradisi panjang dalam hubungan internasional di banyak negara.

Di AS, sejumlah ibu negara – mulai dari Eleanor Roosevelt, Jacqueline Kennedy, Laura Bush, Hillary Clinton, hingga Michelle Obama telah berperan aktif dalam diplomasi publik.

Kunjungan Ibu Negara Ukraina, Olena Zelenska, ke kantor Kongres AS (US Capitol) untuk menyerukan pengiriman lebih banyak senjata ke tanah airnya, juga menunjukkan kekuatan ibu negara dalam menguatkan posisi tawar negaranya.

Di Asia, Ibu Negara Cina, Peng Liyuan, juga telah berperan aktif dalam diplomasi untuk mendukung kebijakan luar negeri Presiden Xi Jinping sejak 2013. Bagi Cina, kehadiran Liyuan yang ramah dan kharismatik dalam diplomasi Cina merupakan hal yang penting untuk menciptakan persepsi tandingan atas gaya diplomasi Xi yang asertif.

Banyak juga ibu negara yang tidak hanya menemani suaminya dalam kunjungan ke luar negeri, tapi juga melakukan kunjungan seorang diri ke sejumlah negara untuk menjalankan misi diplomatik. Kunjungan Michelle Obama ke Cina pada 2014 mendapatkan pujian karena dianggap berhasil menunjukkan niat baik AS di tengah kompleksnya hubungan AS-Cina.