Irjen Arman Depari Bilang Ada Syarat Anak Buah Boleh Pulang ke Rumah

·Bacaan 1 menit

VIVA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) menitipkan dua orang tersangka jaringan narkotika Thailand-Aceh dinyatakan positif COVID-19. Kedua tersangka berinisial ES dan AN yang ditangkap beberapa waktu lalu itu pun dititipkan di BNN Banda Aceh untuk menjalani perawatan medis di sana.

"Setelah kami lakukan swab antigen, kedua tersangka positif COVID-19, sehingga masih kami titipkan di BNNP Aceh," kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari, Kamis 19 Agustus 2021.

Arman menambahkan, bahwa kedua tersangka tersebut dititipkan di Aceh untuk menjalani perawatan medis sampai negatif COVID-19. Setelah sembuh nanti, para tersangka ini akan di bawa ke BNN RI di Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Mereka masih dirawat sesuai protap COVID-19 di Aceh. Nanti kalau sudah sembuh akan kami bahwa ke sini (BNN RI)," tambahnya.

Untuk seluruh anggotanya yang kembali ke Jakarta juga sudah pemeriksaan kesehatan secara ketat. Mereka sebelum pulang ke rumah bertemu keluarga diswab antigen dan PCR, agar benar-benar dipastikan terbebas dari COVID-19.

"Mereka lima hari dilakukan karantina sampai hasil PCR itu keluar dan setelah itu baru bertemu dengan keluarga," sebut Arman.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 324,3 Kg pada Jumat lalu, 13 Agustus 2021.

Kepala BNN Komjen Petrus Reinhard Golose mengatakan, ada enam tersangka yang diamankan anggotanya di Aceh, sebanyak 324,3 kilogram sabu. Jaringan para tersangka ini dari Thailand dan tujuan pengiriman di Indonesia melalui Aceh.

"Awalnya kami menangkap pria asal Aceh berinisial SY (36) yang mengirim dari Thailand menggunakan speedboat," ujar dia Kamis.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel