Irjen Djoko Susilo takut ditahan KPK

MERDEKA.COM, Irjen Djoko Susilo memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk diperiksa sebagai tersangka kasus pengadaan proyek simulator SIM di Korlantas Polri. Ada kekhawatiran dari Djoko KPK akan melakukan penahanan.

"Kita selalu berfikir kemungkinan terbaik, ingat itu. Dan kalau ada pertanyaan orang Pak Djoko tidak takut ditahan, saya mau bertanya ada enggak orang yang tidak takut ditahan," ujar kuasa hukum Djoko, Hotma Sitompul di Gedung KPK, Senin (3/12).

Artinya siap atau tidak ditahan?

"Silakan Anda simpulkan sendiri, yang saya bantah Koran Tempo mengatakan Pak Djoko tidak takut ditahan. Siapa orang yang tidak takut ditahan," tegasnya lagi.

Hotma pun menjelaskan bahwa kliennya siap menjawab pertanyaan apapun yang ditanyakan penyidik. "Pemeriksaan kan harus ada pembuktian-pembuktiannya. Kita bisa jawab semuanya. Pokoknya kita jawab semua pertanyaan yang ditanya," tandasnya.

Mantan gubernur Akpol itu diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan simulator SIM tahun 2011. Pemeriksaan Senin depan merupakan yang kedua kalinya dilakukan KPK kepada perwira tinggi Polri itu.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang tersangka. Keempat tersangka itu yakni, mantan Kakorlantas Irjen Pol Djoko Susilo, Wakil Kepala (Waka) Korlantas Polri non-aktif Brigjen Pol Didik Purnomo, dan dua swasta di antaranya Sukotjo Bambang dari PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) dan Budi Susanto dari PT Citra Mandiri Metalindo Abadi.

Penanganan kasus simulator SIM ini sempat menuai tarik ulur antara KPK dengan Polri. Kedua penegak hukum sama-sama menangani kasus simulator SIM. Bahkan, dalam penetapan tersangka, Polri dan KPK menetapkan orang yang sama yaitu Wakil Korlantas Brigjen Didik Purnomo, Budi Susanto dan Sukotjo Bambang.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.