Irjen Fadil Imran Minta Maaf Gara-gara Bripka CS, Kompolnas Puji

Ezra Sihite, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menilai langkah Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran langsung meminta maaf atas terjadinya penembakan terhadap anggota TNI AD sudah tepat. Diketahui anggota TNI dan dua orang lainnya ditembak mati Bripka CS, anggota Polsek Kalideres, Jakarta Barat.

“Respons cepat Kapolda Metro Jaya yang segera meminta maaf atas kejadian ini dan tindakan tegas memproses hukum pelaku adalah langkah yang tepat,” kata Poengky pada Kamis, 25 Februari 2021.

Selain itu, Poengky mengatakan pernyataan Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo yang melarang anggota Polri menghindari mabuk-mabukan serta perbuatan tercela lainnya, dan menjatuhkan sanksi bagi yang melanggar itu langkah yang bagus.

“Itu merupakan bentuk dari pengawasan agar anggota tetap dapat menjaga nama baik institusi. Kompolnas akan mengawasi proses pemeriksaan kasus ini,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyesalkan terjadinya penembakan yang menewaskan tiga orang termasuk anggota TNI AD. Dia menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan yang dilakukan oleh Bripka CS selaku bawahannya.

"Sebagai Kapolda Metro Jaya selaku atasan tersangka saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, kepada keluarga korban dan kepada TNI AD," kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 25 Februari 2021.

Fadil juga menyampaikan bela sungkawa mendalam atas jatuhnya korban jiwa. Dia memastikan akan menindak tegas Bripka CS sesuai hukum yang berlaku dan memberikan keadilan kepada para korban.

"Kami akan mengambil langkah-langkah cepat agar tersangka bisa diproses pidana. Tersangka juga akan diproses secara kode etik sampai dengan hukuman dinyatakan tidak layak menjadi anggota Polri," katanya.

Kasus penembakan terjadi di RM Kafe, Cengkareng, Jakarta Barat pada Kamis 25 Februari 2021 pukul 04.30 WIB. Tiga orang dilaporkan tewas. Kasus ini diduga berawal dari para korban yang cekcok dengan pelaku diduga lantaran tagihan minum yang tak mau dibayarkan oleh pelaku.

Diketahui, CS merupakan anggota Polsek Kalideres. Sementara 3 korban tewas yakni anggota TNI AD atau keamanan RM Kafe bernama Sinurat kemudian ada bar boy bernama Feri Saut Simanjunta dan kasir RM Kafe bernama Manik. Satu lagi korban luka adalah manajer kafe bermarga Hutapea.