Irjen Fadil Latihan Menembak sebelum Resmi Menjabat Kepala Polda Metro

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi M Fadil Imran dipromosikan menjadi Kepala Polda Metro Jaya untuk menggantikan Irjen Pol Nana Sujana. Sehari setelah Surat Telegram Kapolri tentang penghentian dan pengangkatan jabatan dirinya terbit, Fadil mengisi kegiatan dengan acara santai, yakni latihan menembak.

Irjen Fadil diangkat menjadi Kapolda Metro Jaya berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/3222/XI/KEP./2020 tanggal 16 November 2020. Ia dimutasi ke Polda Metro Jaya setelah enam bulan menjabat Kepala Polda Jatim. Penggantinya di Polda Jatim ialah Irjen Pol Nico Afinta yang baru enam bulan pula menjabat Kapolda Kalimantan Selatan.

Nah, sehari setelah TR Kapolri terbit, Irjen Fadil melaksanakan kegiatan serah terima jabatan beberapa Kepala Kepolisian Resor di Gedung Patuh Markas Polda JatimJatim di Jalan A Yani Surabaya. Sehabis zuhur, ia kemudian beranjak ke lapangan tembak polda. Ia mengajak para wartawan. "Kalian sepertinya usir saya," canda Fadil kepada wartawan di kafe lapangan tembak.

Usai makan siang, jenderal berdarah Makassar itu lantas menuju lapangan tembak. Menggunakan senjata api jenis FN, Fadil lantas melatih kemampuannya membidik sasaran. Berdasarkan pengamatan VIVA, mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro itu jago tembak. Pelor yang ia lesatkan banyak yang mengenai sasaran. "Masa Kapolda enggak bisa menembak," ujarnya bergurau.

Fadil tidak asing di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Sebelumnya ia pernah menduduki kursi Direktur Reserse Kriminal Khusus di Polda Metro Jaya. Saat masih menjabat direktur di sana pada tahun 2017, dia pernah menangani kasus yang membelit Habib Rizieq Shihab. Rizieq bahkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan chat pornografi dengan wanita bernama Firza Husein itu.

Di Polda Jatim, Fadil melahirkan gebrakan sejak awal-awal menjabat pada Mei 2020. Ia menggagas 'Kampung Tangguh' dan Covid Hunter dalam membantu Pemerintah Provinsi setempat menangani COVID-19. Kepolisian Resor hingga Kepolisian Sektor se-Jawa Timur ia perintahkan mengawal pembentukan Kampung Tangguh di kampung-kampung. Idenya itu kemudian diapresiasi Kepala Polri agar ditiru oleh polda-polda lain. (ren)

Baca: Nasib Apes 2 Jenderal Polisi Usai Acara Habib Rizieq