Irjen Fadil Pastikan Tak Ada Eksodus Warga India ke Ibu Kota Jakarta

Dedy Priatmojo, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVAKapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, memastikan tidak ada eksodus atau 'bedol desa' Warga Negara (WN) India ke Indonesia. Sejauh ini, di Indonesia khususnya DKI Jakarta hanya kedatangan 153 WN India dan 7 WNI dari India.

"Perlu kami tekankan adalah bahwa tidak ada eksodus WN India ke Indonesia khususnya Jakarta," kata Fadil di Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu 24 April 2021

Fadil menuturkan, 160 orang ini sudah teridentifikasi. Dari hasil identifikasi, hanya 12 WN India yang terkonfirmasi positif COVID-19. Mereka pun langsung diisolasi.

Bagi yang dinyatakan negatif juga tetap dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di sejumlau hotel di kawasan Tamansari. Sedangkan 7 WNI yang datang dari India, diisolasi di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Tim sudah bekerja. Jika ada pelanggaran hukum, tim penegakkan hukum akan melakukan langkah penegakan hukum, agar keselamatan masyarakat menjadi yang utama , tetap dilaksanakan dengan baik," kata lulusan Akpol 1991 itu yang juga dikenal dengan panggilan F1.

Adapun WN India yang datang ke Indonesia, kata Fadil, diketahui memiliki berbagai tujuan. Seperti urusan bisnis, telah memiliki izin tinggal tetap di Indonesia dalam rangka bekerja, dan lain sebagainya.

Sebelumnya, Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Benget Saragih, menyebut Indonesia kedatangan ratusan Warga Negara Asing (WNA) dari India melalui Bandara Soekarno-Hatta, Rabu malam, kemarin.

Benget mengaku cukup khawatir akan kedatangan 127 WNA India itu, sebab diketahui India tengah dilanda ‘Tsunami COVID-19’ atau gelombang kedua penularan virus dalam dua bulan terakhir. Selain itu, India diketahui tengah berjibaku melawan mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1617 yang bermuatan mutasi ganda.

Adapun, baru- baru ini dilaporkan, India mencatatkan rekor baru dalam pandemi yakni sebanyak 314.835 kasus COVID-19 dalam sehari. Laporan tersebut menandai jumlah kasus harian COVID-19 tertinggi di dunia sejak pandemi.