Irjen Iqbal: Hadapi COVID-19 Butuh Kolaborasi

·Bacaan 3 menit

VIVA – Dalam upaya mengantisipasi eskalasi outbreak pasien Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), sekaligus potensi transmisi COVID-19 oleh kunjungan skala nasional dan internasional di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), diperlukan metode Tactical Floor Game (TFG) sebagai langkah penanganannya.

Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, metode TFG memiliki manfaat yang signifikan apabila terjadi eskalasi outbreak COVID-19 tidak terkendali. Lantaran setiap ada lonjakan kasus COVID-19, sudah mengetahui apa yang harus dilakukan.

“Katakanlah sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi oleh adanya COVID-19. Oleh karena itu, pelaksanaan Tactical Floor Game ini pandangan saya menjadi sangat penting. Apa yang harus kita kerjakan dan apa yang tidak boleh kita kerjakan. Berbuat apa, bertanggungjawab kepada siapa, dan apa tanggung jawabnya,” kata Iqbal dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, 10 Juni 2021.

Jenderal Polisi bintang dua itu menjelaskan, dalam menghadapi penyebaran COVID-19 yang mewabah hampir di seluruh belahan dunia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB tidak akan dapat menanganinya, tanpa kolaborasi dengan seluruh komponen atau stakeholder yang ada.

“Pemerintah provinsi tidak bisa bekerja sendiri, semua stakeholder harus membantu men-support pemerintah. Supporting system yang kita lakukan dengan segala daya upaya hari ini. Sudah hampir satu tahun lebih dunia dilanda pandemik COVID-19 termasuk Provinsi Nusa Tenggara Barat, tetapi hari ini, di tribun yang sederhana ini menjadi jawaban,” jelasnya.

Mantan Kapolrestabes Surabaya ini menegaskan, pihaknya bersama jajaran TNI dan Pemprov tidak pernah lelah melakukan upaya penanggulangan COVID-19. Dengan konsep TFG tadi, dirinya ingin semua stakeholders yang ada di NTB sudah siap.

Ia pun menyontohkan manajemen rumah sakit, ketersediaan tempat tidur, kuantitas dan kualitas tabung oksigen, obat-obatan, ambulans harus sudah siap. Lalu protokol kesehatan dan manajemen krisis di bandara dan pelabuhan sudah siap. Hotel-hotel dan tempat wisata juga mutlak harus siap mengantispasi sikon terburuk sekalipun, bahkan manajemen lokasi kuburan juga harus sudah kita persiapkan.

Menurut mantan Kadiv Humas Polri itu, model TFG yang akan disiapkan sekaligus dalam upaya mengantisipasi dan atau mendeteksi virus varian baru yang masuk ke Indonesia, termasuk NTB.

“Sekarang ini kita sama-sama mengantisipasi varian baru masuk ke Indonesia. Kepolisian, Tentara Nasional Indonesia adalah institusi yang menurut kami betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat sebagai garda terdepan,” ucapnya.

“Kami di NTB paham itu, dan memerintahkan seluruh jajaran harus maksimal, melaksanakan langkah-langkah sebagai supporting system kepada pemerintah daerah dalam rangka menekan transmisi COVID-19 dengan langkah-langkah strategis,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan terima kasih kepada Kapolda NTB dan seluruh jajarannya, atas dukungan dan upaya yang terus berkelanjutan dalam penanganan pandemi COVID-19 di NTB.

“Kapolda kita memang luar biasa, dengan Kampung Sehat saja beliau sudah mampu menekan penyebaran COVID-19. Terima kasih Pak Kapolda atas inisiasi Kampung Sehat-nya,” ucapnya.

Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi itu mengingatkan kepada 10 kabupaten/kota di NTB, agar terus menjalin kerjasama yang kolaboratif dalam penanganan COVID-19.

“Kepada 10 kabupaten/kota, Bapak bupati, Bapak wali kota, dan Kapolres bahwa kita harus sama-sama terhadap pengertian, terkait data paparan dan penanganan daripada COVID-19. Bagi kabupaten/kota tolong betul-betul diperhatikan, bagaimana agar diperhatikan tentang data ini,” tandasnya.

“Kemudian juga pasien yang sembuh, itu harus betul-betul di-update, termasuk data vaksinasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Umi Rohmi menyampaikan kondisi terkini NTB, dimana menurutnya NTB dipandang telah mampu mengendalikan paparan COVID-19 dengan baik.

“Alhamdulillah, untuk NTB kondisi terkini positif semakin kemari, alhamdulillah makin bisa dikendalikan tetapi bukan berarti kita lengah, tetap kewaspadaan, justru semakin kita kendalikan, kewaspadaan harus makin tinggi,” tekannya.

“Nah, itulah yang kemudian digagas oleh Polda NTB pagi ini adalah agar kita mengantisipasi, melakukan persiapan secara sistem, agar nantinya bila terjadi (kondisi yang buruk), naudzubillahi mindzalik. Tetapi kalaupun terjadi, secara sistem kita siap,” lanjutnya.

Baca juga: Cegah COVID-19, Kapolri Minta Pos PPKM Mikro Diperketat di Lamongan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel