Irjen Nico Jabat Kapolda Jatim, NU: Selamat Datang di Kampung Halaman

Dusep Malik, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Inspektur Jenderal Polisi Nico Afinta dimutasi menjadi Kapolda Jatim, menggantikan Irjen Pol M Fadil Imran yang diangkat menjadi kapolda Metro Jaya. Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Jatim, Marzuki Mustamar, meyakini Nico bakal mampu meneruskan prestasi Fadil dan menjaga kondusivitas Kamtibmas di Jatim.

Marzuki mengapresiasi kepemimpinan Irjen Fadil dalam menjaga Jatim tetap guyub rukun, utamanya dalam situasi COVID-19.

"Irjen Fadil telah mampu menjadikan Jawa Timur guyub rukun. Terlebih dalam kondisi pandemi COVID-19, yang berhasil menurunkan angka penyebaran COVID-19 dengan membentuk Kampung Tangguh hingga Tim Covid Hunter,” ujarnya di Masjid Polda Jatim pada Kamis, 19 November 2020.

Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad itu juga mengucapkan selamat datang di kampung halaman kepada Irjen Nico. Memang, Nico lahir di Surabaya pada 30 April 1971. Marzuki optimistis keharmonisan Jatim bisa terjaga di tangan Nico.

"Ini merupakan panggilan khidmat untuk Irjen Nico kembali ke kampung halamannya," tandas Marzuki.

Pada kesempatan yang sama, Fadil mengungkapan rasa syukurnya telah diberi amanah untuk menjaga Jatim. Ia juga berterima kasih kepada para kiai dan tokoh masyarakat, termasuk ke Kiai NU yang turut berperan menjaga kedamaian di Jatim.

"Betapa beruntungnya bangsa ini khususnya Jawa Timur telah dianugerahi NU yang dijaga langsung oleh kiai-kiai khas," katanya.

Irjen Fadil diangkat menjadi kapolda Metro Jaya berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/3222/XI/KEP./2020 tanggal 16 November 2020. Ia dimutasi ke Polda Metro Jaya setelah enam bulan menjabat kepala Polda Jatim. Penggantinya di Polda Jatim ialah Irjen Pol Nico Afinta yang baru enam bulan pula menjabat kapolda Kalimantan Selatan.

Nico merupakan perwira tinggi Polri yang kenyang di bidang reserse. Selama bertugas di Kepolisian RI, lulusan Akademi Kepolisian 1992 itu belum pernah menduduki jabatan di wilayah hukum Polda Jatim. Namun, berdasarkan data dihimpun, ia merupakan pria kelahiran Kota Surabaya, Jawa Timur, pada 30 April 1971.

Nico mengenyam pendidikan dari SD hingga SMA di Surabaya. Pendidikannya diawali dari Sekolah Dasar VII Surabaya pada 1983. Ia lalu melanjutkan di SMPN 1 Surabaya pada 1986. Setelah itu, Nico mengenyam pendidikan tingkat atas di SMAN 2 Surabaya pada 1989. Lulus, ia lalu masuk Akpol pada 1992. (art)