Irjen Teddy Disebut Hubungi Jenderal Purn Ayah AKBP Doddy agar Ikut Skenarionya

Merdeka.com - Merdeka.com - Kuasa Hukum Eks Kapolresta Bukittinggi AKBP Doddy Adriel Viari Purba, Adriel menyebut tersangka Irjen Teddy Minahasa sempat menghubungi pensiunan Polri, Irjen Pol Purn, Maman. Dia merupakan ayah dari Doddy.

"Pak TM menelepon, saya sudah dapat info valid, sudah saya pastikan itu saya sudah konfirmasi kepada Irjen Pol Maman, bapak daripada klien saya AKBP Doddy," kata Adriel kepada wartawan, dikutip Sabtu (19/11).

Pada percakapannya melalui telepon, Irjen Maman diminta Irjen Teddy Minahasa untuk mengikuti skenario kasus peredaran gelap narkoba.

"Yang isinya untuk mengganti saya menjadi pengacaranya, mengganti saya dan ikut skenarionya untuk buang badan ke (tersangka dalam kasus yang sama) Arif itu maksudnya," kata dia.

Adriel mengatakan Doddy dalam kasus yang sama, diduga hendak digiring agar persepsi publik melihat Teddy Minahasa tidak bersalah dan terlibat dalam kasus tersebut.

"Kalau memang Pak TM merasa benar dan menggiring opini persepsi publik mengenai 5 kg, bahwa dia tidak bersalah. Kan dia pengen tidak bersalah kan untuk menggiring 5 kg itu bukti di persidangan," ungkapnya.

Dia menilai keterangan dari Kubu Teddy Minahasa tidak konsisten dalam memberikan keterangan kepada penasihat hukum. Sebelumnya, saat didampingi penasihat hukum Henry Yosodiningrat, Teddy menyuruh menyisihkan 5 Kilogram kepada kliennya untuk menjebak Linda.

"Sekarang berubah lagi. Lawyernya sekarang mengatakan bahwa 5 Kilogram itu dijadikan barang bukti di persidangan. Itu kan berubah-ubah, tidak konsisten. Mana yang benar? Kalau saya ya Pak TM sudahlah, tobat lah, ngaku saja gitu lho. Itu maksud saya sih begitu," kata dia.

Sebab, Adriel memandang, kubu Irjen Teddy sedang bermain-main dengan angka seolah 5 kilogram sabu yang disisihkan diperuntukkan kepentingan di pengadilan.

Padahal, dia telah memiliki bukti adanya pesan soal jumlah barang bukti 41,4 kilogram yang disebut oleh kubu Irjen Teddy Minahasa merupakan berat kotor. Sedangkan, berat bersih 39,5 kilogram.

"Berat bersih itu 39,3 kilogram dibulatkan 39,5 kilogram dan berat kotor 41,4 kilogram. Terus Pak Dody nanya 'izin jendral kita pakai yang mana' TM jawab ’kita pakai yang 41,4 kilogram'. Maksudnya supaya apa, supaya enak kalau didengar. Kalau 39,3 kilogram ngegantung tuh," ujar dia.

Atas perintah yang telah terlampir dalam bukti percakapan pesan singkat, Adriel menerangkan, kliennya menuruti permintaan Irjen Teddy Minahasa. Padahal, saat itu spanduk yang akan dipasang untuk rilis pemusnahan sudah dicetak.

"Jadi spanduk untuk rilis itu sudah jadi bahwa rilisnya 39,5 kilogram tapi disuruh TM ganti saya lihat semua di BAP," ujar dia.

Adriel menyebut, 4,3 kilogram dari 39,5 kilogram sabu hasil sitaan dijadikan bukti di persidangan. Sementara 35 kilogram dimusnahkan. Dari 35 kilogram yang dimusnahkan, sebanyak 5 kilogram sudah diganti dengan tawas.

Adriel menyebut, kliennya telah mengakui adanya penukaran barang bukti sabu dengan tawas. Adapun, barang bukti yang ditukar tawas bagian daripada 35 kilogram yang telah dimusnahkan.

"Kan klien saya mengaku. Tapi atas perintah pak TM. Nah tawas itu di mana? Tawas itu di dalam 35 kilogram yang dimusnahkan. Sisanya itu dijadikan bukti di pengadilan, memang benar," ujar dia.

Adriel menyebut, penasihat hukum Irjen Teddy Minahasa mengada-ngada dengan menyebut 5 kilogram disisihkan untuk kepentingan persidangan. Dia turut menyinggung surat penyitaan dari Kejaksaan Negeri Agam yang ditunjukkan Hotman Paris.

"Itu tidak masalah itu kan strategi pembelaan, cuma kebenaran itu tidak akan bisa hilang, karena ada petunjuk WhatsApp ini semua ada WA-nya, semuanya saya lihat di BAP dengan mata kepala saya sendiri bersama tim saya," ujar dia.

Duduk Perkara Kasus

Diketahui, Irjen Teddy Minahasa ditangkap karena diduga terlibat dalam kasus peredaran gelap narkoba jenis sabu. Teddy disebut memerintahkan agar barang bukti narkoba jenis sabu hasil pengungkapan kasus di Polresta Bukittinggi seberat 5 kilogram dan menukarnya dengan tawas.

Dalam hal ini, polisi juga menangkap 10 orang tersangka selain Irjen Teddy Minahasa. Enam orang warga sipil dan sisanya merupakan anggota polri.

Enam orang sipil yakni berinisial HE, AR, L, A, AW, dan DG. Selain itu, empat orang anggota polisi lain berinisial Aipda AD, Kompol KS, Aiptu J dan AKBP D. Sebut Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa saat konferensi pers, Jumat (14/10) malam.

"Iya, diganti dengan tawas," ujar dia.

Mukti menerangkan, dari hasil pengungkapan kasus narkoba, Polres Bukittinggi mengamankan barang bukti 41 kilogram sabu. Namun yang dimusnahkan hanya 35 Kilogram. Adapun, sisanya lima kilogram diambil Teddy Minahasa untuk diedarkan.

"Barang ini digunakan dari bulan Mei. Sebenarnya, 41 kilogram. Tapi, Lima kilo (diedarkan)," ujar dia.

Irjen Teddy Minahasa diketahui sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan dijerat Pasal 114 Ayat 3 sub Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 Jo Pasal 55 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati dan minimal 20 tahun penjara.

[ray]