Ironis, Gaji Guru Honorer Masih di Bawah UMP

REPUBLIKA.CO.ID,  GORONTALO -- Gaji para guru honor di Provinsi Gorontalo hingga saat ini masih jauh di bawah upah minimum provinsi (UMP). Hal tersebut diakui Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, aat memaparkan kebijakan pemprov terkait pendidikan di hadapan ribuan guru honor, Sabtu.

"UMP Gorontalo 835 ribu rupiah, sementara guru honor ada yang hanya digaji 100 ribu rupiah," ujarnya. Kondisi itu menyebabkan kesejahteraan guru honor belum kunjung membaik, karena gaji minim tak mampu memenuhi kebutuhan hidup.

Permasalahan lainnya, kata dia, banyak tenaga guru honor yang belum diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Kedua masalah itu belum sejalan padahal pemerintah berkeinginan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pendidikan dan kesehatan yang berkualitas.

Untuk itu Pemprov Gorontalo memberi perhatian khusus pada pendidikan dan kesehatan sebagai dua dari empat program utama. "Kami masih akan membahas teknisnya apakah pemrov memberi subsidi ke pemerintah kabupaten kota atau ada kebijakan lain yang lebih strategis," tambahnya.

Selain peningkatan honor guru, pemrov bakal memprioritaskan pengangkatan guru honorer menjadi CPNS, jika moratorium pengangkatan pegawai negeri, dicabut. "Kewenangan pengangkatan guru memeng sepenuhnya ada di kabupaten kota, namun Gubernur Gorontalo akan menyurat ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara agar guru dan tenaga kesehatan dapat diprioritaskan," ungkapnya

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.