IRSE: Perencanaan Transportasi Perkotaan Belum Terpadu

Bandung (ANTARA) - Perencanaan sistem transportasi perkotaan di Indonesia belum terpadu antar moda sehingga kurang efektif, kata Ketua Umum Institution of Railway Signal Engginer (IRSE) Indonesia Adi Sufiadi Yusuf di Bandung, Senin.

"Pengembangan moda transportasi perkotaan saat ini masih banyak keterbatasannya, belum terpadu sehingga kurang efektif," katanya.

Menurut Adi, solusinya penataan transportasi perkotaan adalah perencanaan pembangunan sistem transportasi perkotaan secara terpadu.

Perencanaan sistem transportasi massa itu tidak bisa dilakukan sepotong-sepotong, akan tetapi perencanaannya dilakukan secara terpadu bus, monorel, commuter, subway, dan long distance (KA jarak jauh).

Melihat keterbatasan pengembangan transportasi jalan raya terutama di perkotaan, menurut Adi, tidak dapat dihindari sarana transportasi massa menjadi kebutuhan vital agar roda perekonomian tetap berjalan.

"Pembangunan sistem transportasi massa adalah padat modal sehingga perlu skema pendanaan pemerintah dan swasta untuk dapat memenuhi kebutuhan transportasi massa tersebut," katanya.

Percepatan pembangunan transportasi massa ini harus diimbangi ketersediaan SDM yang memadai dari jumlah dan kualifikasinya yang mana saat ini dirasakan sangat kurang.

IRSE Indonesia, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan lainya harus bersinergi untuk mencetak tenaga ahli-tenaga ahli persinyalan dan telekomunikasi untuk mendukung pembangunan sistem transportasi massa itu.

"Penggunaan tenaga ahli dari luar negeri akan menjadikan pembangunan high cost dan tidak efisien," katanya.

IRSE adalah organisasi profesi dan non-profit yang terdiri dari para profesional di bidang sinyal dan telekomunikasi kereta api.

Sumber daya manusia merupakan elemen penting utama yang sangat menentukan kualitas, ketepatan waktu, efisiensi biaya dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi sistem transportasi.


"Aktifitas IRSE Chapter Indonesia pada prinsipnya menyusun dan melaksanakan program-program untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi SDM serta mempercepat pertumbuhan Tenaga ahli baru di bidang persinyalan dan telekomunikasi," katanya.

Ketersediaan tenaga ahli yang memadai itu juga akan meningkatkan kapasitas pemerintah dalam melaksanakan pembangunan sektor transportasi massa ini secara paralel diberbagai kota besar dan tentunya lebih efisien pelaksanaannya karena dapat mengurangi kebutuhan tenaga ahli dari luar negeri.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.