Isak Tangis Warnai Kedatangan Jenazah Korban Pesawat Sriwijaya Air

Daurina Lestari, Ngadri (Kalimantan Barat)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Isak tangis pecah mewarnai kedatangan jenazah Ihsan Adhlan Hakim, korban pesawat udara Sriwijaya Air SJ-182, di rumah duka di Gang Ikrar Jalan Haji Rais A Rahman, Kecamatan Pontianak Barat, Kalimantan Barat pada Sabtu, 16 Januari 2021.

Jenazah Ihsan Adhlan Hakim sebelumnya teridentifikasi oleh Tim DVI Polri sebagai korban pesawat Sriwijaya Air JT182 yang jatuh di Kepulauan Seribu pada Sabtu, 9 Januari 2021. Dan kemudian jenazah dikirim dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 12.00 dan tiba di Bandara International Supadio Pontianak pada pukul 13.30 WIB.

Pantauan VIVA, Jenazah Ihsan dari Bandara Supadio Pontianak menuju ke rumah duka di Gang Ikrar mendapatkan pengawalan dari Kepolisian Polda Kalimantan Barat. Saat tiba di rumah duka sejumlah keluarga, teman dan kerabat sudah menunggu kedatangan jenazah Ihsan Adhlan Hakim.

Suasana semakin tampak haru dengan suara tangisan mengiringi kedatangan jenazah tersebut. Kemudian jenazah dibawa ke Masjid Baitulrahim untuk disalatkan. Jenazah korban rencananya akan dikebumikan di Gang Hasanah.

Baca juga: Raffi Ahmad Dikritik Wakil Wali Kota Depok: Ini Jadi Pelajaran

Sementara itu, District Manager pesawat udara Sriwijaya Air, Faisal Rahman mengatakan, bahwa jenazah korban jatuhnya Sriwijaya Air yang merupakan warga Pontianak, dan sudah teridentifikasi oleh DVI Polri ada 8 orang. Dari 8 orang tersebut 2 orang telah dipulangkan kepada pihak keluarga.

"Yang dipulangkan hari ini ada dua jenazah. Yaitu jenazah Ihsan Adhlan Hakim warga Pontianak Barat, dan Agus Minarni warga Kabupaten Mempawah. Dan rencananya besok Minggu, 17 Januari 2021 ada dua jenazah lagi yang akan dipulangkan kepada pihak keluarga," tuturnya.

Seperti diketahui, Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021, sekitar pukul 14.40 WIB, dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat membawa 50 penumpang dan 12 kru pesawat.