Iseng Periksa Google Maps, Remaja 12 Tahun Temukan Lubang Misterius

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, London - Rory Chapman, dari Wallasey, Merseyside, menemukan lokasi aneh di Wirral di Google Maps dan tak bisa berkata apa-apa mengenai apa yang ia temukan saat sedang menelusuri internet.

Seorang anak sekolah laki-laki mendapat kejutan besar saat menjelajahi Goggle Maps - sebuah 'lubang besar ke pusat bumi’.

Melansir dari laman Mirror, Rabu (8/9/2021), Rory Chapman berencana berjalan-jalan dengan keluarganya di Pulau Hilbre di West Kirby, Merseyside, dan menemukan nama tempat yang menarik.

Saat menjelajahi situs untuk melihat dari gambaran satelit, anak 12 tahun tersebut tidak menyangka menemukan sesuatu yang aneh.

Saat melayang di atas garis pantai, ia melihat ikon turis di Middle Eye dengan judul yang menarik, The Liverpool Echo melaporkan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tanda di Google Maps Telah Dihapus

Ilustrasi Google Maps. Kredit: Deepanker Verma from Pixabay
Ilustrasi Google Maps. Kredit: Deepanker Verma from Pixabay

Rory mengatakan bahwa ia telah melihat Pulau Hilbre di peta dengan ibunya ketika mereka mempelajari geografi saat kuncitara, sehingga ia tahu dimana letaknya.

"Saya tidak pernah menyadarinya sebelumnya dan ketika saya melihatnya, saya berpikir tunggu, apa? Apakah mereka menggali lubang besar di salah satu pulau?"

"Apakah mereka menggali salah satu kepulauan Hilbre?"

Kebingungan, ia pun bertanya pada ayahnya, Sean (36) yang juga sama binggungnya.

Orang-orang di Facebook pun tidak tahu apa tanda itu dan sejak tnada tersebut telah dihapus dari Google Maps.

Ada yang berkata: "Apa pun itu, itu telah dihapus."

Yang lainnya menambahkan: "Mungkin ada lubang menuju pusat bumi disana. Hati-hati."

Reporter: Ielyfia Prasetio

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel