ISESS: Indonesia harus tingkatkan posisi tawar diplomasi pertahanan

Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan Pemerintah Indonesia harus terus meningkatkan posisi tawar, memperkuat diplomasi ekonomi, dan pertahanannya.

"Terutama dengan China dan Amerika Serikat sebagai dua kekuatan utama Indo-Pasifik," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Hal tersebut disampaikan Khairul Fahmi menanggapi pertemuan antara Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS) Lloyd Austin III dengan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto di Kementerian Pertahanan (Kemhan) Jakarta pada Senin.

Menurut dia, jika hal tersebut dilakukan oleh Indonesia maka bisa meningkatkan kepercayaan, mengurangi kekhawatiran, dan kesalahpahaman antara Indonesia dengan Amerika Serikat dan China.

Ia mengatakan Indonesia harus menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Amerika Serikat adalah hubungan berbasis kesepahaman kepentingan dan kemitraan, bukan hegemoni-proksi. Dalam konteks diplomasi pertahanan, hal itu disebut sebagai defence diplomacy for confidence building measures.

Baca juga: Menhan Prabowo terima kedatangan Menhan AS
Baca juga: Menhan Prabowo puas dengan kerja sama Amerika di bidang pertahanan

"Menurut saya, pesan itu sudah tersampaikan oleh Menhan Prabowo dalam pertemuan hari ini (Senin)," ujar dia.

Fahmi menilai pertemuan antara Prabowo dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin III merupakan kunjungan balasan. Selain itu, upaya perimbangan pengaruh antara China dan Amerika Serikat di kawasan Asia Tenggara serta peningkatan hubungan pertahanan bilateral.

"Secara umum, kunjungan ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia-Amerika Serikat tidak terpengaruh oleh kunjungan Menhan Prabowo ke China beberapa hari lalu," kata dia

Hal tersebut setidaknya terlihat dari pernyataan Menhan Prabowo dan Austin yang menekankan bahwa kerja sama pertahanan antara kedua negara merupakan sebuah sejarah panjang yang akan terus berlanjut dan meningkat di masa depan.

Fahmi menilai pernyataan Austin tentang bantuan dan dukungan Amerika Serikat terhadap pembangunan pertahanan Indonesia, baik yang sudah terealisasi maupun komitmen yang akan direalisasikan di masa depan menunjukkan Negeri Paman Sam tetap melihat Indonesia sebagai mitra yang tidak boleh ditinggalkan untuk menjamin terciptanya stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.