Isi Perbincangan Habib Rizieq-Anies, Otak Penipu Tes Masuk TNI di Bui

Siti Ruqoyah
·Bacaan 3 menit

VIVA – Beragam topik berita disajikan untuk Anda pembaca setia VIVA.co.id. Sepanjang hari Selasa ini, ada lima berita yang mendapat perhatian khusus dari pembaca, mulai dari kasus Habib Rizieq hingga data penerima bantuan sosial yang dianggap tidak transparan.

Kasus Habib Rizieq diketahui tengah bergulir di pengadilan. Sejumlah saksi sudah dihadirkan oleh jaksa untuk membuktikan dakwaannya. Pada beberapa saksi yang hadir, Habib Rizieq terlihat sangat intens menanyakan pokok perkara.

Di samping itu, ada berita menarik lainnya yang patut dibaca untuk menambah informasi Anda, di antaranya:

1. Habib Rizieq Bongkar Isi Pertemuan dengan Anies di Petamburan

aksa Penuntut Umum dengan terdakwa eks Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab paDa perkara kerumunan di Petamburan Jakarta Pusat menghadirkan saksi mantan Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara.

Diketahui acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan anak Habib Rizieq Shihab itu digelar secara bersamaan yang dihadiri ribuan umat. Acara tersebut ternyata sudah meminta izin kepada Camat Tanah Abang.

Camat juga meminta kepada panitia penyelanggara acara untuk menerapkan protokol kesehatan. "Saya sebagai Wali Kota memberikan surat imbauan untuk pelaksanaan acara itu. Kami sampaikan ke panitia maulid, kedua kepada Habib Rizieq Shihab selaku orang tua. Intinya soal protokol kesehatan harus dilaksanakan," ujar Bayu di Pengadilan Senin kemarin. Baca selengkapnya di sini

2. Otak Penipuan Tes Masuk TNI Diciduk, Dapat Untung Rp1 Miliar

Kepolisian Polres Kubu Raya, Kalimantan Barat hingga saat ini masih terus memproses kasus dugaan penipuan dengan iming-iming bisa jadi anggota TNI terhadap 13 orang dengan kerugian mencapai Rp 1 Miliar lebih. Dalam kasus ini pun polisi telah menetapkan 2 orang tersangka berinisial Y dan IS yang statusnya pasangan suami istri.

Kepala Satuan Reserse Polres Kubu Raya, AKP Jatmiko mengatakan, bahwa terungkapnya kasus dugaan penipuan itu berawal dari salah satu orang tua korban yang merasa curiga, dan selanjutnya membuat laporan ke Polres Kubu Raya. Dan dari 13 korban sudah ada 6 orang yang membuat laporan.

"Saat ini sudah ada 6 korban yang membuat laporan ke kami, dan dari 6 korban tersebut mengaku dimintai uang oleh Y ada yang Rp75 juta dan Rp 110 juta untuk per orangnya," ujar Jatmiko kepada VIVA.

Baca selengkapnya di sini

3. Harga Emas Hari Ini 13 April 2021: Global dan Antam Kompak Turun

Harga emas internasional dibuka turun pada perdagangan Selasa pagi usai imbal hasil surat berharga pemerintah Amerika Serikat kembali menguat. Hal itu pula membuat ekspektasi tentang pulihnya ekonomi AS yang lebih cepat.

Dilansir dari CNBC, pada Selasa 13 April 2021, harga emas di pasar spot turun sebesar 0,3 persen ke level US$1.728,15 per ons. Sedangkan, emas berjangka AS turun sebesar 0,2 persen ke level US$1.729,10 per ons.

Baca selengkapnya di sini

4. Aksi Gila Jepang Tumpahkan Air 'Beracun' ke Laut, China Lawan AS Lagi

Rencana pemerintah Jepang untuk membuang air limbah berbahaya ke laut mendapat kecaman dari beberapa negara. Terbaru, China dan Korea Selatan menjadi dua negara tetangga Jepang yang menentang rencana 'gila' tersebut.

Sebelumnya diberitakan pemerintah Jepang berencana akan membuang 1 juta ton lebih air terkontaminasi limbah pembangkit listrik tenaga nuklirnya di Fukushima Daiichi.

Langkah tersebut diambil karena tempat penampungan limbah yang tak lagi mencukupi dan sebagai langkah untuk kembali melanjutkan pengoperasian komplek pembangkit listrik tersebut yang sempat lumpuh oleh gempa dan tsunami 2011 silam. Baca selengkapnya di sini

5. Data Penerima Bansos Dibuka Transparan, Risma: Tetangga Bisa Koreksi

Data penerima program bantuan sosial (bansos) akan dibuka seluas-luasnya oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini. Dengan demikian, dia menekankan, program bansos ke depannya akan semakin transparan.

Menteri yang akrab disapa Risma ini menekankan, dengan terbukanya data ini, maka siapapun akan bisa melihat data orang-orang yang menerima bantuan sosial. Dengan demikian, koreksi data dipastikannya bisa dilakukan siapa pun. Baca selengkapnya di sini.