Isi Pernyataan Resmi Keluarga Besar TNI Terkait Baliho Rizieq Shihab

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Langkah Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya/Jakakarta, Mayjen TNI Dudung Abdurachman, melakukan pencopotan sejumlah baliho bergambar Rizieq Shihab, mendapat dukungan dari Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (PP FKPPI).

VIVA Militer melaporkan dalam berita Jumat 20 November 2020, Mayjen TNI Dudung Abdurachman memberikan pernyataan tegas terkait penurunan baliho raksasa pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab. Dudung mengaku pencopotan baliho itu memang atas perintahnya.

Setelah itu, sejumlah prajurit Kodam Jaya juga melakukan penurunan baliho lainnya di beberapa titik wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta,

Langkah yang diambil Dudung ternyata mendapatkan dukungan dari masyarakat Jakarta di berbagai elemen. Salah satu yang menyatakan sikap tegas dukungannya terhadap langkah Pangdam Jaya adalah PP FKPPI.

Dalam rilis yang diterima VIVA Militer, PP FKPPI menyatakan sikap mendukung tindakan Pangdam Jaya yang memerintahkan anak buahnya untuk menurunkan paksa baliho berisi ajakan revolusi bergambar Rizieq Shihab di berbagai lokasi Ibu Kota.

FKPPI menilai, langkah Pangdam Jaya sudah tepat, karena pemasangan baliho tersebut selain menyalahi aturan juga menggangu persatuan bangsa dan pemerintahan yang sah.

"FKPPI mendukung sikap tegas Pangdam Jaya, karena ada tendensi mengganggu persatuan bangsa dan pemerintahan yang sah. Bagi FKPPI, siapa pun yang ganggu NKRI tidak ada kompromi, harus disikat habis," ucap Wakil Ketua Umum (Waketum) PP FKPPI, Indra Bambang Utoyo.

Indra juga mengatakan, FKPPI sebagai organisasi Keluarga Besar TNI-POLRI terus mengikuti perkembangan situasi terakhir dalam kehidupan berbangsa. Dalam hal ini, kaitannya dengan munculnya gangguan terhadap persatuan dan kesatuan bangsa di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tak segan, Dedengkot FKPPI ini menyatakan bahwa pihaknya merasa tersinggung dengan pernyataan pimpinan ormas yang menyebut TNI telah bertindak kurang ajar

"TNI telah mengingatkan kelompok tersebut, dimulai dari Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan terakhir oleh Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurahman. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari TNI dan POLRI, FKPPI mendukung sepenuhnya pernyataan dan langkah yang dilakukan oleh pimpinan TNI dan POLRI," kata Indra melanjutkan.

"FKPPI tersinggung berat. Karena TNI adalah benteng utama persatuan dan kesatuan bangsa, tidak punya hak politik, bekerja terus untuk menjaga persatuan bangsa kok direndahkan begitu rupa,’’ ujarnya.