ISIS Bangkit Lagi, Singgung Perang di Ukraina untuk Balas Kematian Pemimpin

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah kemarin bersumpah akan membalas kematian mantan pemimpin mereka. ISIS juga menyerukan para pendukungnya untuk mengambil kesempatan atas perang di Ukraina untuk melancarkan serangan di Eropa.

"Kami umumkan, atas izin Allah, seruan untuk melakukan pembalasan atas kematian Abu Ibrahim al-Quraishi dan mantan juru bicara," bunyi pesan suara yang beredar di aplikasi pesan Telegram, seperti dilansir laman Al Arabiya, Senin (18/4).

Juru bicara ISIS yang baru, Abu-Umar al-Muhajir juga menyerukan kepada para pendukung mereka untuk melanjutkan serangan di Eropa, memanfaatkan kesempatan saat "para salibis saling berperang"--merujuk pada perang Rusia-Ukraina.

Pemimpin ISIS sebelumnya tewas awal Februari lalu ketika meledakkan diri untuk menghindari penangkapan pasukan Amerika Serikat di barat laut Suriah, kata Gedung Putih dan pejabat pertahanan AS.

Pada 10 Maret lalu ISIS membenarkan kematian pemimpin mereka bersama sang juru bicara dan kemudian menyebut Abu Hasan al-Hasehmi al-Quraishi sebagai pemimpin baru.

Tak banyak yang diketahui dari sosok Abu Hasan al-Hashemi al-Quraishi yang merupakan pemimpin ketiga sejak ISIS berdiri.

Setelah mengalami kekalahan dan kehilangan wilayah kekuasaan terakhir mereka pada Maret 2019 oleh pasukan koalisi pimpinan AS, sisa-sisa militan ISIS di Suriah bersembunyi di gurun-gurun.

Mereka juga masih melancarkan serangan terhadap pasukan Kurdi dan tentara pemerintah Suriah serta Irak. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel