ISIS bersumpah akan serang Israel dan mengecam rencana AS soal Timur Tengah

BEIRUT (AP) - Kelompok ISIS melalui sebuah pesan audio yang dirilis pada Senin bersumpah bahwa para petempur akan memulai babak baru serangan yang akan berfokus pada Israel dan mengecam rencana pemerintah AS untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina, yang berlangsung beberapa dekade.

Meski melancarkan serangan mematikan di seluruh dunia selama beberapa tahun terakhir, ISIS jarang menargetkan Israel. Audio tersebut tampaknya berupaya menonjolkan popularitas kelompok di wilayah tersebut pada saat "Kesepakatan Abad Ini" Presiden Donald Trump diperkirakan bakal diumumkan di AS segera.

Pihak Palestina belum diajak berkonsultasi tentang kesepakatan itu dan menolak usulan AS. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang tiba di Washington pada Minggu malam berjanji akan "membuat sejarah" pada pertemuan yang direncanakan dengan Trump untuk mengumumkan kesepaktan itu.

Juru bicara ISIS, Abu Hamza al-Qurayshi dalam audio berdurasi 37 menit mendesak para anggota untuk melakukan serangan terhadap Israel. Pesan itu dirilis oleh media al-Furqan milik kelompok tersebut.

Pesan itu muncul ketika ISIS menelan kekalahan besar selama setahun terakhir, termasuk kematian pemimpin sekaligus pendiri ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, dalam serangan AS di Suriah barat laut. Kelompok itu pada Maret lalu juga kehilangan petak wilayah terakhir yang mereka kuasai sebagai bagian dari kekhalifahan, yang dinyatakan olehnya pada 2014 atas sebagian besar Irak dan Suriah.

Setelah kematian al-Baghdadi, pada akhir Oktober kelompok itu menunjuk Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurayshi sebagai penggantinya.

"Dia dan saudara-saudaranya di semua negara berjanji untuk memulai babak baru, yaitu memerangi orang-orang Yahudi dan mengembalikan semua yang mereka rebut dari umat Muslim," kata juru bicara mengenai al-Quraisy.

Pesan tersebut mendesak "tentara kekhalifahan" khususnya di Semenanjung Sinai Mesir dan di seberang Levant untuk menyerang target Yahudi sebab mereka berada dekat dengan Israel.

Ia menambahkan: "Bagi Muslim dan Palestina dan di mana pun, jadilah kekuatan utama dalam memerangi orang-orang Yahudi dan menghalangi rencana mereka seperti Kesepakatan Abad Ini."