ISIS Ngamuk di Kabul, 12 Tentara Amerika Tewas Mayat Bergelimpangan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Amerika Serikat baru saja mengeluarkan pernyataan resmi terkait tragedi ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Bandar Udara, Kabul.

Menurut Komandan Komando Pusat Militer Amerika Serikat, Jenderal Jenderal Korps Marinir Kenneth McKenzie Jr, 13 prajurit militer tewas dalam peristiwa itu.

"12 anggota militer AS tewas dalam serangan itu dan 15 anggota lainnya terluka," kata Jenderal McKenzie dalam siaran resmi dari Pentagon dilansir VIVA Militer, Jumat 27 Agustus 2021.

12 tentara Amerika yang tewas yaitu, 11 prajurit Marinir dan 1 prajurit medis Angkatan Laut.

"Misi kami adalah mengevakuasi warga AS atau warga negara ketiga, terutama pemegang visa imigran, staf kedutaan AS, dan warga Afghanistan," kata dia.

McKenzie mengatakan, teroris ISIS-K tak cuma meledakkan bom bunuh diri, tapi juga menembaki tentara Amerika dan warga sipil yang ada di bandara.

Penyerangan bom bunuh diri terjadi saat ribuan sipil berusaha masuk ke bandara untuk bisa keluar dari negara itu pasca Republik Islam Afghanistan runtuh diguncang pasukan Taliban

Sementara itu, selain tentara Amerika, banyak warga sipil yang tewas dalam aksi bom bunuh diri. Mayat-mayat bergelimpangan di jalanan dan di dalam saluran air di tepian bandara.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel