Iskindo : Gernas BBI perlu inovasi untuk perkuat pangan perikanan

·Bacaan 2 menit

Ketua Harian Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) Moh Abdi Suhufan menyatakan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) perlu untuk memperkuat inovasi dalam memperkuat pangan perikanan nasional.

"Inovasi dan fokuskan kepada wilayah yang masih rendah dalam tingkat makan ikannya," kata Moh Abdi Suhufan di Jakarta, Jumat.

Seperti diketahui, Gernas BBI adalah program untuk lebih mencintai produk dalam negeri, di mana setiap bulan digelar oleh kementerian yang berbeda-beda di daerah yang beragam di Nusantara.

Untuk bulan September 2021 ini, Gernas BBI digelar di provinsi Aceh dengan salah satu instansi utama yang menggerakkannya di sana adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Abdi berpendapat, inovasi yang dilakukan terkait dengan Gernas BBI adalah dengan membuat Gerakan Makan Ikan tetapi dengan format yang tidak seragam untuk wilayah Indonesia.


Baca juga: Gernas BBI harus hasilkan pendampingan UMKM perikanan berkelanjutan


Selain itu, ujar dia, pemerintah juga bisa membuat Gernas BBI sebagai momentum untuk memprioritaskan agar produksi garam bisa swasembada dan tidak lagi impor.

"Kalau itu berhasil akan merupakan kemajuan berarti dan kita sekaligus akan keluar dari mafia impor garam," ucap pengamat perikanan dan kelauatan itu.

Secara keseluruhan, ia menginginkan agar BBI mesti menjadi gerakan bersama masyarakat dan pemerintah sehingga lebih memperkuat determinasi dalam membangkitkan ekonomi masyarakat kelautan dan perikanan, sekaligus tidak menjadi hanya sekadar simbolis dan seremoni.

Sebelumnya, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai program Gernas BBI juga perlu menggencarkan pembelian ikan dari kalangan nelayan tradisional di berbagai daerah.

"Harus dipromosikan pembelian ikan dari nelayan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga atau industri pengolahan," kata Ketua Harian DPP KNTI Dani Setiawan.


Baca juga: KNTI berharap Gernas BBI perkuat rantai pasok UKM perikanan

Ia menyatakan, perusahaan-perusahaan pengolahan ikan, baik BUMN atau swasta, harus meningkatkan penyerapan ikan dari nelayan, terutama nelayan kecil.

Untuk itu, ujar dia, perlu diperkuat skema kerja sama atau kemitraan perlu dibuat antara nelayan kecil, koperasi perikanan, dan industri.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga perlu memperkuat infrastruktur logistik untuk membawa ikan-ikan segar hasil tangkapan nelayan kecil agar bisa dipasarkan langsung ke konsumen, termasuk lewat jaringan digital.


Baca juga: Gernas BBI diharapkan tingkatkan kontribusi UMKM kelautan-perikanan

Baca juga: Gernas BBI Aceh, momentum perkuat pengelolaan perikanan Selat Malaka

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel