'Isolation Stories' arahkan kamera pada aktor di rumah, pandemi

Los Angeles (AP) - Ketika Jeff Pope dan keluarganya muak dengan COVID-19, menjadi sehat adalah perhatian pertama. Setelah itu, penulis-produser Inggris memutuskan untuk membuat karya seni dari beban pandemi.

“Ini benar-benar membuka mata saya bahwa hal seperti ini disaksikan di jutaan rumah. Kami tidak terlalu punya gambaran besar, hanya apa yang ada di depan kami," kata Pope.

Dalam seri terbatas streaming di BritBox, empat set film berdurasi 15 menit memberikan gambaran bagaimana orang-orang menjalani kehidupan selama karantina, termasuk seorang perempuan hamil yang ditinggalkan oleh kekasihnya yang sudah menikah; seorang putra merawat ayahnya yang sakit; seorang pengidap hipokondria yang mengikuti terapi, dan seorang pria dengan pernikahannya yang hancur.

Untuk membuat seri tayangan tersebut, Pope pada akhir Maret menghubungi para penulis, sutradara dan aktor yang juga ingin menambahkan suara mereka secara terbuka kepada publik, dan yang paling penting, bisa melakukannya dengan cepat.

“Kami ingin memfilmkan cerita tentang penguncian di tengah karantina wilayah, secara langsung, dan untuk disiarkan saat kita masih mengalaminya,” kata Pope. "Jadi itu benar-benar kapsul waktu, secara akurat mencerminkan apa yang kita lalui saat periode itu, semoga periode singkat, pada waktunya."

Eddie Marsan ("Ray Donovan," "Deadpool 2"), yang memerankan sosok pasangan pemarah di salah satu episode terpisah, mengatakan ia menyambut proyek itu sebagai "sesuatu yang bisa kami lakukan dengan bangga."

“Saya pikir sangat penting untuk memberikan kesaksian soal bagaimana rasanya hidup dalam isolasi, dan itu tidak akan menjadi kesaksian emosional jika dilakukan dalam waktu enam bulan,” katanya.

Namun tantangannya jelas: bagaimana cara merekam di tengah pembatasan sosial serta aturan keselamatan yang sangat penting, dan pada saat yang sama bisa menghasilkan kualitas lebih dari swavideo. Solusi untuk itu membutuhkan kecerdikan dan kerja sama penghuni rumah.

Setelah mendata para anggota keluarga untuk memainkan peran pendukung sesuai kebutuhan, seseorang harus berperan sebagai operator kamera. Dalam episode dengan bintang Sheridan Smith ("Doctor Who") yang sedang hamil dan sebagai calon ibu tunggal, tugas itu jatuh ke tangan pasangan Smith, Jamie Dorn. (Bayi laki-laki mereka sudah lahir.)

Peralatan kamera yang sudah disanitasi dikirim ke rumah. Dorn mendapat kursus kilat dalam menanganinya, dan produksi film itu kemudian menjadi pekerjaan jarak jauh.

“Para kru tersebar di empat sudut. ... Ada seorang sutradara di London, seorang DOP (direktur fotografi) di Manchester dan seorang asisten pertama sutradara di Irlandia,” kenang Pope. Produksi dipandu dari apa yang disebutnya sebagai beberapa "kotak kecil" sama, yang para pengguna panggilan konferensi sudah ketahui dengan baik.

Ternyata hasilnya secara tak terduga memuaskan, katanya. Produksi itu menghasilkan “rasa komunitas yang benar-benar luar biasa, lebih dari itu, benar-benar luar biasa bahkan daripada film biasa, karena kita semua bisa melihat segalanya setiap waktu.”

Bahkan seorang produser veteran seperti Pope bisa belajar sesuatu. Untuk berpura-pura ada keringat penyakit pada wajah aktor, misalnya, oleskan kemilau petroleum jelly ringan dan semprotkan dengan air. Langkah itu bisa membuat manik-manik menempel dan terlihat di layar.

Hasil keseluruhan mungkin semulus seperti biasa, "tapi menurut saya, orang-orang tidak akan keberatan karena kami sudah mencobanya," kata Pope tentang seri yang ditayangkan bulan lalu mendapat pujian di Inggris.

Bagi Marsan, "Cerita Isolasi" adalah upaya keluarga sejati. Dua dari empat anaknya memerankan putranya, sementara putrinya merekam cuplikan untuk pembuatan film dokumenter, juga di Britbox. Istrinya berperan sebagai operator kamera dan teknisi pencahayaan, sementara anak bungsu mereka memperlihatkan kegiatan belajar di rumah.

Dapur dan pemandangan halaman belakangnya juga memainkan peran sentral sehingga memungkinkan sang ayah mertua yang bermaksud baik (David Threlfall) bisa melakukan dagelan dalam penjagaan jarak fisik untuk cucu-cucunya yang dikarantina.

Marsan mengatakan aneh rasanya mengadakan video open house bagi para pemirsa TV, tetapi ia menyebutnya sebagai "keingintahuan alami" untuk ingin melihat bagaimana orang lain hidup --dan mengomentarinya.

"Kami sedang melakukan beberapa pekerjaan renovasi dan belum ada karpet untuk tangga karena tadinya akan disiapkan," kenangnya. "Seorang kerabat saya mengirimi pesan singkat, 'Kami benar-benar menikmatinya dan kami semua urunan untuk membeli karpet untukmu."

Sementara proyek itu memberikan pengalaman yang berharga, Pope, yang dinominasikan Oscar ("Philomena"), mengatakan ia siap kembali ke bisnis seperti biasa setelah tidak ada halangan terkait virus. Produksi film dan TV, yang dihentikan di AS (seperti di AS) ketika pandemi dimulai, perlahan-lahan dilanjutkan.

Meminta para aktor memperlihatkan rumah mereka selama beberapa hari untuk produksi adalah langkah yang bisa dilakukan, katanya, tetapi mengatakan kepada mereka bahwa mereka harus membuka privasi mereka selama berminggu-minggu di akhir --"Oh, ngomong-ngomong, orang yang Anda cintai akan memfilmkannya untuk kita-- tidak akan mudah.

"Kita tidak akan memilih untuk membuat film seperti itu kecuali harus. Itu jawaban yang jujur," kata Pope.