Isra Presisi Indonesia optimistis IPO akan dorong pertumbuhan bisnis

PT Isra Presisi Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang industri mesin dan perkakas mesin untuk pengerjaan logam, optimistis aksi penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) akan mendorong pertumbuhan bisnis perseroan.

"Kami melihat pasar modal sebagai sumber pendanaan yang tepat untuk menambah modal kerja sehingga mendorong pertumbuhan Isra,” kata Direktur Utama PT Isra Presisi Indonesia Asrullah dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Sementara itu Direktur PT Isra Presisi Indonesia Imam Hozali mengatakan, perusahaan yang merupakan binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) itu juga memiliki peluang besar dalam mengembangkan pasar.

Perseroan telah menjadi binaan YDBA selama 11 tahun, sekaligus menjadi pemasok komponen kepada Grup Astra.

"Selain sebagai perusahaan binaan YDBA, kami juga merupakan perusahaan pasangan usaha PT Astra Mitra Ventura. Setiap tiga tahun, kami di assessment ulang oleh YDBA. Kami juga mendapat penghargaan dari YDBA sebagai UKM Mandiri Manufaktur Terbaik 2018," ujar Imam.

Imam menilai, prospek bisnis komponen otomotif dan alat berat masih sangat potensial pada 2022 maupun tahun depan.

"Kapasitas pabrik kami saat ini sudah over capacity," kata Imam.

Optimisme tersebut mencuat seiring pertumbuhan produksi alat berat dan komponennya yang diproyeksikan mencapai 30-40 persen pada 2022. Berdasarkan data dari Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi), produksi 2022 akan berkisar di angka 8.000 unit.

Sementara itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil sebanyak 900 ribu unit pada 2022, sedangkan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menargetkan penjualan 5,4 juta motor.

"Pada 2022, Isra Presisi Indonesia menargetkan pendapatan bertumbuh seiring pertumbuhan industri komponen otomotif dan alat berat," ujar Imam.

Isra Presisi Indonesia menyediakan dies, mould, checking fixture, stamping part, dan injection moulding kepada Astra Group, tier 1 dan 2 Astra Group, sesuai dengan spesifikasi dan jumlah pesanan.

Saat ini, perseroan memiliki dan mengoperasikan dua pabrik di Kawasan Industri Delta Silicon III Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Baca juga: Primadaya Plastisindo optimistis kinerja bertumbuh pasca IPO

Baca juga: Segera IPO, OneMed agresif jajaki kemitraan dengan pemain global

Baca juga: Siap IPO, Techno9 Indonesia targetkan pertumbuhan dua digit pada 2023