Israel Buka Pintu untuk Turis yang Sudah Vaksin Covid-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sederet negara mantap membuka pintu perbatasan sejak pandemi Covid-19 melanda tahun lalu. Salah satunya Israel yang mulai menyambut turis perseorangan pada Senin, 1 November 2021.

Dilansir dari Travel and Leisure, Selasa (2/11/2021), Israel mengizinkan turis yang telah vaksin Covid-19 unutk memasuki negara ini. Pembukaan tersebut menjadi kali pertama dalam waktu lebih dari 18 bulan.

Israel menyambut turis dari beberapa negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat. Pembukaan kembali ini sempat mengalami penundaan sebelumnya.

Keputusan membuka pintu diambil Israel untuk grup pada Mei 2021 diambil sebelum menghentikan sementara pembukaan kembali pada Agustus karena penyebaran varian delta. Pada September, negara ini kembali memulai menyambut grup kecil yang telah divaksinasi lengkap.

Dalam sebuah pernyataan Komisaris Pariwisata Israel untuk Amerika Utara Eyal Carlin menyambut dengan antusias pembukaan kembali Israel. Ia menyebut negara ini telah mengambil langkah untuk melindungi warga dan turis dengan memastikan perjalanan yang aman dari Covid-19.

"Dengan tingkat vaksinasi terdepan dan peluang tak terbatas untuk kegiatan di luar ruangan, kami ingin menyambut turis kembali dengan tangan terbuka, tentu saja, dengan menjaga jarak yang aman," lanjut Carlin.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Syarat Masuk

Orang-orang menyaksikan matahari terbenam di kota pesisir Mediterania Israel Netanya, utara Tel Aviv (8/6/2021). Letak kota ini yang berjarak 14 kilometer dari pantai menjadikan kota ini sebagai tempat wisata yang populer. (AFP/ Jack Guez)
Orang-orang menyaksikan matahari terbenam di kota pesisir Mediterania Israel Netanya, utara Tel Aviv (8/6/2021). Letak kota ini yang berjarak 14 kilometer dari pantai menjadikan kota ini sebagai tempat wisata yang populer. (AFP/ Jack Guez)

Untuk memasuki negara ini, turis individual harus menunjukkan bukti bahwa mereka telah menerima dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna atau satu dosis vaksin Johnson & Johnson. Vaksinasi dilakukan setidaknya 14 hari tetapi tidak lebih dari enam bulan sebelum kedatangan.

Jika sudah lebih dari enam bulan sejak dosis terakhir mereka, Israel mengharuskan turis untuk menerima dosis booster setidaknya 14 hari sebelum memasuki negara itu, menurut Kementerian Pariwisata Israel. Israel juga akan menyambut para turis yang telah menerima vaksin AstraZeneca, Sinovac, atau Sinopharm.

Semua turis yang memasuki Israel harus tiba dengan bukti tes PCR negatif Covid-19 yang diambil dalam waktu 72 jam setelah naik pesawat. Turis juga harus mengisi deklarasi penumpang, dan mengikuti tes PCR lain pada saat kedatangan.

Selain itu, turis juga harus dikarantina di hotel hingga 24 jam atau sampai mereka mendapatkan hasil tes kedatangan mereka. Turis yang divaksinasi akan dapat memindai atau mengunggah sertifikat imunisasi mereka ke formulir penumpang masuk dan menerima izin hijau, yang digunakan untuk mengakses ruang publik seperti restoran.

Saat ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah mengklasifikasikan Israel sebagai negara "Level 4". Hal tersebut menunjukkan tingkat penularan COVID-19 yang sangat tinggi.

Buka untuk Grup pada September

Seorang pria berdiri di Bandara Ben Gurion, Lod, Israel, Selasa (26/1/2021). Bandara Ben Gurion terpantau kosong setelah pemerintah menyetujui penutupan semua lalu lintas udara masuk dan keluar selama seminggu dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus corona COVID-19. (AP Photo/Oded Balilty)
Seorang pria berdiri di Bandara Ben Gurion, Lod, Israel, Selasa (26/1/2021). Bandara Ben Gurion terpantau kosong setelah pemerintah menyetujui penutupan semua lalu lintas udara masuk dan keluar selama seminggu dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus corona COVID-19. (AP Photo/Oded Balilty)

Dilansir dari CNN, 7 September 2021, kunjungan ke Israel dimulai 19 September 2021 di bawah program percontohan untuk memulai pariwisata, kata pemerintah, Minggu, 5 September 2021. Ada ketentuan yang diberlakukan untuk kembali menyambut turis asing di Israel.

Menurut Kementerian Pariwisata Israel, kelompok wisata terdiri atas 5--30 orang dari negara-negara yang masuk dalam daftar hijau, kuning dan oranye Israel. Mereka akan diizinkan berkunjung asalkan semua anggota kelompok telah divaksinasi Covid-19 secara penuh.

Turis individu tetap tidak akan diizinkan masuk di luar grup wisata. Pada Mei 2021, di tengah penurunan infeksi Covid-19, Israel mengizinkan rombongan tur kecil.

Lebih dari 2.000 pengunjung tiba, terutama dari Amerika Serikat dan Eropa. Hal tersebut meningkatkan harapan pemulihan dalam industri pariwisata yang terdampak oleh pandemi.

Namun, inisiatif itu dihentikan pada Agustus ketika varian Delta menyebar. Ini menyebabkan lonjakan infeksi Covid-19 di Israel, meskipun ada peluncuran vaksinasi terkemuka di dunia.

Infografis 8 Tips Liburan Akhir Tahun Minim Risiko Penularan Covid-19

Infografis 8 Tips Liburan Akhir Tahun Minim Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 8 Tips Liburan Akhir Tahun Minim Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel