Israel Bunuh Empat Orang Palestina di Tepi Barat dalam 48 Jam

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemuda Palestina berusia 17 tahun dibunuh tentara Israel di dekat kota Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, seperti disampaikan Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina.

Kantor berita Ma'an Palestina mengutip Bulan Sabit Merah melaporkan, pemuda bernama Odeh Mohammed Odeh itu dibawa ke rumah sakit Palestina Medical Complex di Ramallah dengan luka tembakan di dada. Dia ditembak tentara Israel di al-Midya, desa di barat Ramallah.

"Para dokter berusaha menyelamatkan hidupnya, tapi dia meninggal karena luka sangat parah," jelas Bulan Sabit Merah pada Kamis, dikutip dari Al Jazeera.

Odeh adalah orang Palestina keempat yang dibunuh Israel di Tepi Barat hanya dalam dua hari.

Warga Palestina lainnya yang dibunuh Israel adalah Ayman Mahmoud Mheisen (29). Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, Mheisen dibunuh pada Kamis pagi saat penggerebekan Israel sebelum subuh di kamp pengungsi Dheisheh, Betlehem. Mheisen adalah ayah tiga anak dan mantan tahanan yang dipenjara tiga tahun di penjara Israel.

Tentara Israel juga membunuh Bilal Awad Qabaha (24) saat penggerebekan di desa Yabad, luar kota Jenin, utara Tepi Barat pada Rabu malam. Qabaha dalam kondisi kritis lalu dibawa ke rumah sakit di Jenin dan meninggal di sana.

Pasukan Israel menggerebek Yabad pada malam hari untuk menghancurkan rumah Diaa Hamarsheh, yang melakukan penembakan pada 29 Maret di kota Bnei Brak dekat Tel Aviv yang menewaskan lima orang. Hamarsheh tewas ditembak polisi Israel di TKP. Israel juga menangkap ayah Hamarsheh, Ahmad (59), setelah rumahnya dihancurkan.

Tindakan Israel menghancurkan rumah pelaku penyerangan sejak lama dikritik kelompok HAM, disebut sebagai hukuman kolektif kepada keluarga dan daerah pelaku.

Perlawanan terjadi di Yabad tak lama setelah tentara Israel mulai melakukan penggerebekan, di mana peluru tajam melukai sejumlah orang.

Pada Rabu pagi, Israel menembak mati jurnalis Palestina, Ghufran Warasneh (31) di gerbang kamp pengungsi Arroub di utara Hebron, Tepi Barat yang diduduki.

Israel menuduh Ghufran Warasneh membawa pisau dan berusaha menikam tentara, namun klaim ini dibantah saksi mata. Warasneh adalah jurnalis kedua Palestina yang dibunuh tentara Israel dalam waktu kurang dari sebulan.

Pada 11 Mei lalu, tentara Israel menembak mati wartawan senior Al Jazeera, Shireen Abu Aqla saat sedang liputan di kota Jenin.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, pasukan Israel telah membunuh 61 orang Palestina sejak 1 Januari. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel