Israel Diserang Delapan Rudal dari Palestina

Yerusalem (AFP/ANTARA) - Para pejuang Palestina menembakkan rudal-rudal dari Gaza ke Israel untuk hari keempat secara berturut-turut pada Kamis, kata militer, meskipun Hamas mengumumkan telah sepakat untuk gencatan senjata dengan negara Yahudi itu.


Tujuh rudal menghantam Israel selatan setelah tengah malam, tidak menyebabkan korban dan satu lagi berhasil dicegat oleh sistem pertahanan anti-rudal Iron Dome, kata juru bicara militer.


Serangan-serangan terbaru itu terjadi setelah kekerasan selama tiga hari meletus dan menyebabkan delapan warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel, sementara para gerilyawan menembakkan puluhan rudal ke negara Yahudi tersebut, salah satunya menghantam satu pos polisi perbatasan, melukai empat orang.


Juru bicara militer mengatakan bahwa sejak awal pekan, 129 proyektil yang ditembakkan dari Gaza menghantam Israel selatan, sehingga dalam empat pos terdepan menjadi korban serta terjadi kerusakan permukiman.


Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer gerakan Islam Hamas, gerakan yang menguasai Gaza, mengatakan pada Rabu malam bahwa mereka telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata dengan Israel yang ditengahi Mesir.


"Menanggapi upaya Mesir untuk menghentikan agresi kepada rakyat kami, kita di Al-Qassam dan semua faksi perlawanan menyatakan kami komitmen untuk menghentikan putaran konfrontasi, selama (Israel) berkomitmen untuk menghentikan kejahatannya," katanya dalam sebuah pernyataan.


Mereka menambahkan bahwa mereka telah menembakkan 96 rudal dan sembilan mortir ke negara Yahudi tersebut selama gelombang kekerasan terakhir. (jk/ik)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.