Israel Gelar Latihan Militer untuk Guncang Hizbullah

Rifki Arsilan
·Bacaan 1 menit

VIVA – Angkatan Bersenjata Israel atau IDF mengelar latihan militer secara besar-besaran di tengah pandemi COVID-19. Latihan militer kali ini telah

Latihan militer kali ini dinamakan Deadly Arrow atau panah yang mematikan. Nama itu dikhususkan untuk menargetkan musuh bebuyutannya, yaitu Hizbullah.

Angkatan Bersenjata Israel menjelaskan, latihan militer ini telah melibatkan seluruh kekuatan militernya, mulai Angkatan Udara, Angkatan Laut, Angkatan Darat, hingga pasukan cadangan Tentara Israel.

"Tujuan dari latihan ini adalah meningkatkan kemampuan serangan IDF dan menguji semua tingkatan (militer) secara terintegrasi," kata pejabat Angkatan Bersenjata Israel dikutip VIVA Militer dari Sputnik News, Minggu, 25 Oktober 2020.

Dia menambahkan, latihan militer kali ini difokuskan pada peningkatan kemampuan atau skill para pasukan di beberapa bidang, diantaranya intelijen, teknologi dan logistik, teleproses, dan pertahaan siber," ujarnya.

Meskipun latihan militer itu dilaksanakan di tengah masa pandemi COVID-19, Angkatan Bersenjata Israel menegaskan, latihan militer yang melibatkan sejumlah kekuatan militer negaranya itu telah mengikutip protokol kesehatan yang berlaku.

"Kami akan menekankan bahwa latihan tersebut telah disesuaikan untuk mengikuti instruksi kesehatan khusus dan diadakan di bawah kepatuhan penuh pada instruksi untuk memastikan kesehatan para peserta," katanya.

Sayangnya, IDF tidak menjelaskan secara rinci jumlah personil dan kekuatan militer yang ikut serta dalam latihan militer besar-besaran jelang akhir tahun ini. Hanya saja mereka menegaskan, latihan militer kali ini diformulasikan untuk menghadapi skenario perang di arena utara Israel, hal itu mengindikasikan bahwa target sasaran yang saat ini tengah dibidik oleh militer Israel adalah pasukan Hizbullah pimpinan Hassan Nasrallah.

Baca juga : Siasat Licik Armenia Adu Domba Azerbaijan dan Iran