Israel Gempur Semalaman, Otoritas Gaza Lapor Tak Ada Korban Jiwa

·Bacaan 2 menit

VIVA – Para petugas kesehatan Gaza pada Selasa 18 Mei 2021 mengatakan bahwa mereka tidak memiliki laporan tentang warga Palestina yang tewas semalam dalam serangan Israel yang sedang berlangsung di daerah tersebut.

Ini adalah pertama kalinya otoritas Gaza melaporkan tak ada korban jiwa yang tampak sejak pertempuran Palestina-Israel meletus pada 10 Mei.

Intensitas serangan roket Palestina di Israel juga menyusut antara tengah malam dan 10.00 pagi (waktu setempat), kata seorang saksi mata Reuters. Penduduk Gaza menghitung ada 60 serangan Israel dalam semalam.

Peringatan roket Israel menunjukkan bahwa aksi penyelamatan terbaru difokuskan pada komunitas masyarakat di perbatasan daripada sasaran yang lebih dalam di Israel. Juru bicara utama militer Israel, Brigadir Jenderal Hidai Zilberman, mengatakan pihaknya terus beroperasi di Gaza sesuai dengan daftar target selama 24 jam mendatang.

"Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tidak berbicara tentang gencatan senjata. Kami fokus pada penembakan," katanya kepada Radio Angkatan Darat.

Para pejabat dari kedua pihak sebelumnya mengatakan bahwa beberapa korban di Gaza telah terkubur di gedung-gedung dan lubang tempat perlindungan (bunker) yang runtuh. Kondisi itu membuat penghitungan langsung jumlah korban menjadi sulit dilakukan.

Angkatan Udara Israel mengklaim sekitar lebih dari 2.800 roket telah ditembakkan dari Jalur Gaza ke Israel. Militer Israel mengatakan jet tempurnya menghantam "target teror" di Gaza semalam sebagai pembalasan atas roket yang ditembakkan ke Beersheba dan Ashkelon di Israel setelah tengah malam.

Israel mengatakan kematian warga sipil tidak disengaja, dan jet itu menargetkan sistem terowongan yang digunakan oleh militan. Hamas mengklaim serangan itu adalah "pembunuhan yang telah direncanakan sebelumnya".

Negara-negara kekuatan dunia mendorong gencatan senjata di Gaza. China mengajukan empat usulan untuk mengatasi konflik Palestina-Israel.

Usulan pertama, gencatan senjata dan penghentian kekerasan menjadi prioritas utama. China mengutuk keras aksi kekerasan terhadap warga sipil dan sekali lagi mendesak kedua belah pihak untuk segera menghentikan tindakan militer dan permusuhan serta menghentikan berbagai langkah yang dapat memperburuk situasi, termasuk serangan udara, serangan darat, dan peluncuran roket.

Kedua, bantuan kemanusiaan merupakan kebutuhan yang mendesak. China mendesak Israel agar bersungguh-sungguh memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian internasional, mencabut semua blokade dan pengepungan Gaza sesegera mungkin, menjamin keamanan dan hak-hak warga sipil di wilayah Palestina yang diduduki, dan memberikan akses bantuan kemanusiaan. Komunitas internasional harus memberikan bantuan kemanusiaan ke Palestina dan PBB harus melakukan langkah-langkah koordinatif untuk menghindari bencana kemanusiaan yang lebih serius.

Ketiga, dukungan internasional merupakan hal yang wajib. DK PBB harus mengambil tindakan tegas terhadap konflik Palestina-Israel dan turut mendinginkan situasi sejak dini.

Keempat, China mendukung kedua belah pihak melanjutkan pembicaraan damai secepat mungkin untuk mendirikan negara Palestina merdeka yang menikmati kedaulatan penuh dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota berdasarkan kesepakatan perbatasan pada 1967.

China mendesak Palestina dan Israel mewujudkan kehidupan yang harmonis di antara negara-negara Arab dan Yahudi demi terciptanya perdamaian abadi di Timur Tengah. (Antara/Ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel