Israel Geruduk Al Aqsa, Lebih 200 Muslim Palestina Luka-luka

·Bacaan 2 menit

VIVAIsrael kemungkinan akan banjir protes terkait aksi biadab aparat polisinya yang menggeruduk komplek Masjid Al Aqsa. Dampak aksi kekerasan itu, lebih dari 200 warga muslim Palestina mengalami luka-luka.

Dikutip dari Aljazeera, Sabtu, 8 Mei 2021, aksi penyerangan dilakukan aparat Israel pada Jumat saat muslim Palestina sedang melaksanakan salat Isya sekaligus tarawih di Masjid Al Aqsa.

Dari rekaman video yang beredar, jemaah Al Aqsa coba melempar kursi, sepatu dan batu ke arah aparat Israel. Namun, aparat Israel itu dengan gencar melepaskan tembakan ke arah jemaah.

Polisi Israel menembakkan peluru logam berlapis karet dan granat setrum ke arah warga Palestina di Al-Aqsa. Setidaknya 205 warga Palestina dan 17 petugas terluka dalam bentrokan malam hari di Al Aqsa.

Aksi respresif Israel ini viral di media sosial. Kebrutalan aparat Israel salah satunya disampaikan akun instagram daarul_quran dengan hastag #prayForPalestina yang diunggah pada Sabtu, 8 Mei 2021. Akun resmi tersebut juga membubuhi 10 foto saat peristiwa terjadi.

“Rangkaian bentrokan terjadi sejak Kamis (6/5) dini hari di perumahan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, di mana sejumlah keluarga Palestina terancam digusur usai pengadilan memutuskan tanah yang mereka tempati diklaim milik para pemukim Yahudi,” tulis akun tersebut mengutip pppa.id.

Keesokan harinya, puluhan ribu warga Palestina yang memprotes kejadian tersebut berkumpul di perbukitan di sekitar Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan Salat Jum'at berjemaah. Pun, aksi protes terhadap tindakan yang terus dilakukan oleh tentara Israel.

Setelah waktu berbuka puasa tiba, jemaah muslim Al Aqsa sedang memanfaatkan Jumat terakhir di bulan Ramadan 1442 H ini lagi-lagi harus terlibat bentrok. Hal ini lantaran tentara Israel membombardir mereka dengan tembakan, granat setrum dan bom gas.

“Suasana pun berubah menjadi sangat mencekam. Masjid dipenuhi dengan suara tembakan dan teriakan dari jamaah muslim. Mereka berlarian agar dapat menghindari tembakan. Akibat aksi pembubaran yang dilakukan tentara Israel, sebanyak 178 jemaah muslim Palestina menjadi korban dalam peristiwa tersebut,” tambah penjelasan akun tersebut.