Israel Kembali Tangkap Sisa Tahanan Palestina yang Kabur

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jerusalem - Tentara Israel mengatakan telah menangkap kembali 2 orang terakhir dari 6 tahanan Palestina yang kabur 2 minggu lalu.

Pasangan itu – keduanya anggota kelompok militan Jihad Islam – ditangkap setelah dikepung oleh pasukan keamanan di kota Jenin, Tepi Barat, kata Pasukan Pertahanan Israel.

Dilansir dari laman BBC, Minggu (19/9/2021), 4 tahanan yang kabur lainnya telah ditangkap pekan lalu.

Peyelidikan sedang berlangsung atas insiden tersebut, yang memicu perayaan di antara warga Palestina.

Terjadi bentrokan antara pasuka Israel dan pengunjuk rasa Palestina di Jenin pada hari Minggu pagi. Namun, polisi Israel mengatakan kedua pelarian itu ditangkap kembali tanpa perlawanna.

Salah satu ayah tahanan mengatakan pada Associated Press bahwa putranya setuju untuk menyerah agar tidak membahayakan pemilik rumnah.

Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett mengatakan operasi untuk menangkap kembali para tahanan “mengesankan, canggih, dan cepat”. “Apa yang salah dapat diperbaiki,” tambahnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sendok Sebagai Simbol baru Pro-Palestina

Ilustrasi sendok (pexels)
Ilustrasi sendok (pexels)

Kejadian tersebut mempermalukan layanan penjara Israel, di mana media Israel menyoroti sejumlah kegagalan keamanan.

Para tahanan yang kabur itu diperkirakan telah menghabiskan waktu selama berbulan-bulan untuk menggali terowongan di lantai sel mereka di penjara Gilboa, menyelinap melewati penjaga yang sedang tidur, dan muncul melalui lubang di sisi lain tembol pada 6 September.

Seorang pengacara yang membela salah satu tahanan yang kabur mengatakan kliennya menggunakan sendok, piring dan pegangan ketel untuk menggali keluar penjara.

Sejak saat itu, sendok menjadi pemandangan umum bagi para pro-Palestina

Semua tahanan yang kabur tersebut awalnya dipenjara karena merencanakan atau melakukan serangan terhadap Israel.

Reporter: Ielyfia Prasetio

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel