Israel Kian Terang-Terangan akan Bantu Militer Ukraina Lawan Rusia

Merdeka.com - Merdeka.com - Israel tengah mempertimbangkan memberikan bantuan militer tambahan bagi Ukraina atas permintaan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Demikian dikatakan pejabat AS dan Israel kepada Axios kemarin.

Menurut laporan Axios yang dikutip Al Arabiya, Kamis (5/5), Israel mengirimkan kepala biro militer-politik di Kementerian Pertahanan ke Pangkalan Udara Ramstein di Jerman untuk bertemu dengan pejabat AS guna membahas bantuan persenjataan bagi Ukraina.

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan juga bertemu dengan sejawatnya dari Israel Eyal Hulata di Gedung Putih pekan lalu.

"Pejabat senior Israel mengatakan pemerintahan mereka akan mempertimbangkan meningkatkan bantuan militer ke Ukraina dan mereka akan melakukannya seiring perang yang masih berlangsung. Namun dia menegaskan bantuan Israel akan berupa persenjataan yang tidak mematikan," kata laporan Axios.

Rusia melancarkan operasi militer ke Ukraina pada 24 Februari lalu. Israel mengecam konflik di Ukraina dan menuding Moskow melakukan kejahatan perang namun mereka masih mengambil sikap berhati-hati dalam mendukung militer Ukraina untuk menjaga hubungan dengan Rusia.

Pernyataan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov yang baru-baru ini menyebut pemimpin Nazi Adolf Hitler adalah orang Yahudi membuat Israel berang dan memicu ketegangan Negeri Bintang Daud dengan Rusia.

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid mengatakan di saat negaranya berupaya keras menjaga hubungan dengan Rusia, insiden pernyataan Lavrov itu dinilai sudah keterlaluan.

"Ada batasnya dan batas itu kali ini sudah terlewati. Pemerintah Rusia harus meminta maaf kepada kami dan kepada orang Yahudi," kata Lapid. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel