Israel Serang Pabrik Senjata Hamas di Gaza

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Militer Israel menyerang targetnya di Jalur Gaza pada Selasa dini hari, balasan untuk roket yang ditembakkan Hamas beberapa jam sebelumnya.

Serangan roket ini merupakan pertama dalam hampir empat bulan. Militer Israel menyampaikan dalam sebuah pernyataan, pihaknya mengebom sejumlah target, termasuk sebuah tempat yang digunakan Hamas untuk memproduksi senjata.

Media yang berafiliasi dengan Hamas melaporkan, serangan udara Israel menargetkan sebuah tempat yang dioperasikan faksi Palestina di sebelah barat Khan Younis di Jalur Gaza selatan.

Para saksi mata dan sumber keamanan di Jalur Gaza melaporkan tidak ada korban luka dalam serangan tersebut.

"IDF (Angkatan Bersenjata Israel) menganggap Hamas bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Jalur Gaza," jelas IDF dalam pernyataannya, dikutip dari laman The Times of Israel, Selasa (19/4).

"Pengeboman Zionis di beberapa lokasi kosong merupakan upaya gagal untuk mencegah rakyat Palestina kami memeprtahankan kota Yerusalem," jelas juru bicara Hamas, Hazem Qassem.

"Selamat kepada para pejuang pertahanan yang menghadapi jet tempur dengan pertahanan anti pesawat tempur kami," lanjut Qassem, menambahkan ini pertama kalinya Hamas menggunakan rudal darat-ke-udara.

Jaringan televisi pro Hizbullah, Al-Mayadeen mengatakan, Hamas menggunakan rudal SA-7 yang ditembakkan dari bahu, yang juga dikenal dengan Strella.

IDF kemudian mengonfirmasi Hamas menembakkan rudal anti pesawat tempur ke pesawat tempur Israel, yang disebut tidak mengalami kerusakan.

Roket yang ditembakkan ke Israel selatan pada Senin malam dicegat sistem pertahanan udara Iron Dome.

Tidak ada laporan korban luka akibat serangan itu. Dewan regional Eshkol mengatakan tidak perubahan instruksi untuk penduduk.

Menyusul penembakan roket tersebut, Perdana Menteri Israel Naftali Bennet, Menteri Pertahanan Benny Gantz, dan panglima militer Aviv Kohavi menggelar pertemuan membahas potensi tanggapan atas penembakan roket tersebut.

Penembakan roket ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Palestina setelah pasukan Israel menyerang jemaah Palestina di Masjid Al-Aqsa pada Jumat pagi. Sebanyak 152 orang Palestina terluka dalam serangan tersebut.

Terakhir kali roket ditembakkan dari Jalur Gaza ke Israel pada 1 Januari 2022. Saat itu, tidak ada bunyi sirene ketika dua roket mendarat di laut lepas pantai Tel Aviv. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel