Istana: Gambar mirip pocong di situs Presiden sudah diatasi

MERDEKA.COM,

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, serangan yang dilakukan oleh kaum peretas internet yang mengatasnamakan jemberhacker team sudah berhasil diatasi.

Dengan demikian, tampilan laman resmi milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali seperti semula. "(Serangan) sudah diatasi," kata Julian ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (9/1).

Seperti diberitakan, situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) dengan alamat http://www.presidensby.info sempat diserang hacker. Situs yang biasanya memuat kegiatan presiden ini hanya menampilkan layar hitam dan tidak bisa membuka konten-konten di dalamnya.

Hanya gambar dengan ikon labu berbentuk seperti wajah pocong dan bertuliskan jemberhacker.web.id dan layar hitam. Para hacker tidak menyampaikan pesan secara khusus setelah berhasil meretas situs milik Presiden SBY tersebut. Namun berisi tulisan "! Hacked by MJL 007 ! This is a PayBack From Jember Hacker Team."

Hacker yang menyerang situs milik Presiden SBY ini menamakan diri jemberhacker team. Situs sudah tidak bisa diakses sejak pukul 08.50 WIB. Tidak lupa, para peretas mencantumkan alamat surat elektronik mereka, yakni Jemberhackerterorrist@gmail.com pada bagian bawah situs tersebut.

Identitas para peretas juga dicantumkan, antara lain Unwanted, Wayc0de, RSHx0r, Akinari, After01, Admin07, Anarchy666, ChengCheng, Star.anggam, d3ViLfac3, dillahdejavu, SiuM4n, T0L3, dan Endy Hacker Id.

Praktisi IT menilai sebaiknya peringatan ini tidak dibiarkan begitu saja. Kalo "Warning" ini dibiarkan akan menjadi pintu masuk untuk kerugian yang lebih besar.

Dengan bobolnya situs ini, artinya patern scripting dari framework yang digunakan sudah dikenali para hacker. Dengan begitu hacker tinggal memberi parameter tertentu untuk menampilkan tulisan dan halaman yang diinginkan.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.