Istana Negara di Ibu Kota Baru Ditargetkan Bisa Berdiri Mulai 2023

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta

Desainer Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN) I Nyoman Nuarta mengungkapkan jika pembangunan proyek ibu kota baru di Kalimantan Timur akan memakan proses waktu tidak sebentar.

Namun, pembangunan istana negara atau kepresidenan target bisa selesai lebih cepat pada 2023. Nyoman mengaku akan bekerja keras untuk mencapai target tersebut.

"Kalau yang istana ini rencananya mudah-mudahan tidak ada hambatan cuaca dan sebagainya, 2023 diharapkan sudah berdiri. Saya dengar-dengar 17 Agustus nanti akan dilakukan di sana," ujarnya kepada Liputan6.com, Jumat (7/1/2022).

"Tahun 2023 harus sudah bisa dipakai. Makanya sekarang siap-siap tidak tidur," kata Nyoman.

Kendati begitu, ia belum bisa membeberkan tahap pembangunan selanjutnya yang berada di bawah kendali pemerintah.

Tapi, Nyoman tetap menekankan koordinasi antara dirinya dengan Urban+ selaku perancang masterplan proyek ibu kota baru.

"Enggak bisa sendiri-sendiri, harus bekerjasama. Ini kan untuk menciptakan suatu karya besar yang namanya ibukota. Harus bagus, bagus bentuknya dan bagus fungsinya," ungkap dia.

Nyoman juga menekankan nilai orisinalitas desain proyek istana negara dan ibu kota baru. Dia tak ingin rancangan akan itu jiplakan dari desain kota maupun bangunan yang sudah ada sebelumnya.

"Makanya di sana ini yang mempertegas bahwa kita harus memperlihatkan kepribadian kita. Maaf-maaf saja, jangan terus kita ada samping kiri-kanan hasil jiplak sana-sini males mendesain," tuturnya.

"Jadi kita semua yang terlibat harus mengutamakan originalitas kita," tegas Nyoman.

Ketahui Makna Filosofi Ikon Istana Garuda di Ibu Kota Negara Baru

Tangkapan layar instagram Seniman Nyoman Nuarta yang mengunggah desain Istana kepresidenan di Ibu Kota Baru.
Tangkapan layar instagram Seniman Nyoman Nuarta yang mengunggah desain Istana kepresidenan di Ibu Kota Baru.

Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur akan memiliki Istana Garuda. Istana ini dirancang budayawan I Nyoman Nuarta.

Istana Negara baru tersebut nantinya akan dibangun di atas lahan seluas 100 ha di wilayah Kalimantan Timur.

Nyoman menjelaskan, Istana Garuda di ibu kota baru sengaja didesain agar berbeda dengan kompleks-kompleks istana yang sudah ada.

"Istana itu tidak sekadar tempat bekerjanya presiden mengendalikan pemerintahan. Jadi istana diharapkan juga bisa menjadi ikon yang tidak ada duanya di dunia," kata Nyoman kepada Liputan6.com, Jumat (7/1/2022).

Dia juga tak ingin desain istana kepresidenan baru terjebak dengan desain arsitektur kolonial. Ini Seperti yang terlihat di Istana Bogor, Istana Negara Jakarta, maupun Gedung Putih atau White House di Washington DC, Amerika Serikat.

"Kalau kita lihat sekarang, Istana Bogor, Istana Merdeka, itu kan kelihatan arsitek kolonial. White House begitu juga, di Eropa begitu juga. Sama semua lah," jelas Nyoman.

Desain Garuda juga sengaja dipilih lantaran ia tak ingin menimbulkan pertentangan mengingat Indonesia memiliki beragam suku bangsa, dengan ciri khas masing-masing.

"Kita sekarang membangun arsitek dengan semau kita. Kenapa Garuda kita tonjolkan ke sana?. Karena kita sebagai suatu bangsa sudah komit dengan Garuda Pancasila," lanjut dia.

Desain diharapkan justru jadi pemersatu bangsa. "Kalau saya ambil salah satunya yang lain bagaimana? Marah enggak? Jadi jalan tengahnya kita ambil yang sudah menjadi kesepakatan, yaitu Garuda Pancasila. Itu dasar filosofinya, yang sudah jelas mempersatukan bangsa dan negara ini," ungkapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel