Istana: Revisi UU Sisdiknas Belum Waktunya sampai Presiden Jokowi

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut, Revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) belum waktunya sampai ke Presiden Joko Widodo. Sebab, RUU Sisdiknas masih masuk dalam daftar panjang program legislasi nasional.

"Pembahasan tentang subtansi RUU Sisdiknas itu memang belum waktunya sampai ke Presiden, karena revisi undang undang Sisdiknas itu masih masuk dalam long list daftar panjang Prolegnas tahun 2019, tahun 2024," kata Pratikno lewat keterangan video, Selasa (31/5).

Pratikno melanjutkan, Kemendikbud kini tengah mempersiapkan naskah akademik terkait RUU Sisdiknas. Kemudian, diajukan ke badan legislasi DPR agar bisa masuk daftar singkat Prolegnas prioritas 2022.

"Jadi Kemendikbud Ristek itu sedang mempersiapkan naskah akademik dan juga draf RUU untuk diajukan ke Baleg DPR agar bisa masuk ke dalam short list prolegnas prioritas tahun 2022," katanya.

Maka dari itu, tahapan RUU Sisdiknas masih sangat panjang dan belum sampai ke meja kepala negara. Pratikno bilang, dalam waktu dekat ia akan menjadwalkan menteri terkait untuk melaporkan subtansi RUU Sisdiknas ke Presiden Jokowi.

"Itulah naskah yang sekarang ini beredar dan dibahas oleh APPI kemarin, jadi proses revisi Undang-Undang Sisdiknas ini masih sangat sangat awal. Tahapannya masih sangat panjang dan memang belum sampai, belum waktunya sampai ke Bapak Presiden," tuturnya.

"Dalam waktu dekat ini kami akan jadwalkan agar para menteri melaporkan subtansinya ke bapak Presiden," tukas Pratikno. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel