Istimewa! 3 Pemain Ini Kawinkan Trofi Piala Dunia dan Liga Champions di Tahun yang Sama

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia dan Liga Champions adalah dua turnamen terbesar dalam sepak bola. Piala Dunia adalah kehormatan terbesar pemain sepak bola saat mewakili negaranya, sedangkan Liga Champions untuk level klub.

Pemain profesional sepak bola akan merasa sangat terhormat jika mampu memenangkan keduanya. Tidak hanya kehormatan atau kebanggaan, tetapi akan menambah keren curiculum vitae mereka.

Piala Dunia memang berlangsung setiap 4 tahun, sedangkan Liga Champions merupakan turnamen tahunan. Akan sangat minim seorang pemain sepak bola mampu menyandingkan dua gelar itu di tahun yang sama.

Namun, ada sejumlah pemain yang mampu meraih trofi Piala Dunia dengan gelar Liga Champions di tahun yang sama. Selain kerja kerasnya yang membuahkan hasil, pemain ini memang sangat beruntung karena kesempatannya hanya empat tahun sekali.

Berikut tiga pemain yang mampu memenangkan gelar Piala Dunia dan trofi Liga Champions di tahun yang sama.

 

1. Christian Karembeu (Prancis)

Empat tahun sebelum Carlos, prestasi serupa diukir Christian Karembeu. Bersama Real Madrid, dia mencicipi gelar juara Liga Champions 1997/1998. (AFP/Jacques Demarthon)
Empat tahun sebelum Carlos, prestasi serupa diukir Christian Karembeu. Bersama Real Madrid, dia mencicipi gelar juara Liga Champions 1997/1998. (AFP/Jacques Demarthon)

Karembeu adalah gelandang bertahan yang bermain untuk Timnas Prancis. Dia memenangkan Piala Dunia pada 1998 saat tim Prancis besutan Aime Jacquet memenangkan gelar Piala Dunia perdananya di kandang sendiri.

Tidak di semua laga, Karembeu memulai sejak menit pertama, tetapi lebih sebagai pemain pengganti. Namun, peran pemain 53 caps timnas Prancis di lini tengah sangat penting terutama pada laga final melawan Brasil.

Pada tahun yang sama, Karembeu juga memenangkan Liga Champions bersama Real Madrid. Real mengalahkan Juventus 1-0 di Final di Rotterdam saat Pedrag Mijatovic mencetak gol kemenangan dan Karembeu bermain di partai puncak.

 

2. Roberto Carlos (Brasil)

Usai juara Liga Champions, Roberto Carlos memperkuat Timnas Brasil di Piala Dunia 2002. Pada pertandingan final, Tim Samba menang 2-0 atas Jerman. (AFP/Damien Meyer)
Usai juara Liga Champions, Roberto Carlos memperkuat Timnas Brasil di Piala Dunia 2002. Pada pertandingan final, Tim Samba menang 2-0 atas Jerman. (AFP/Damien Meyer)

Roberto Carlos adalah salah satu bek kiri legendaris dalam sejarah sepak bola serta meraih banyak trofi di level klub maupun timnas. Dia memenangkan Piala Dunia 2002 bersama skuad Brasil, setelah dia dan timnasnya hanya jadi runner-up di Prancis.

Carlos mengemas 125 penampilan dan mencetak 11 gol untuk Brasil. Sebelum memenangkan Piala Dunia 2002, Carlos juga memenangkan gelar Liga Champions bersama Real Madrid di tahun yang sama.

Saat itu Real Madrid yang berjuluk The Galacticos mengalahkan Bayer Leverkusen 2-1 di final Liga Champions di Glasgow. Carlos yang memiliki 512 penampilan untuk Real menjadi pemain inti di laga final ini.

 

3. Raphael Varane (Prancis)

Bek Timnas Prancis Raphael Varane merayakan gol ke gawang Uruguay pada laga 8 besar Piala Dunia 2018 di Nizhny Novgorod Stadium, Jumat (6/7/2018). (AFP/Mladen Antonov)
Bek Timnas Prancis Raphael Varane merayakan gol ke gawang Uruguay pada laga 8 besar Piala Dunia 2018 di Nizhny Novgorod Stadium, Jumat (6/7/2018). (AFP/Mladen Antonov)

Varane tetap menjadi salah satu bek tengah terbaik generasi ini dan menjadi andalan pertahanan Prancis. Dia memenangkan Piala Dunia 2018 dan menjadi yang salah satu pemain terbaik saat itu karena bermain di setiap laga.

Varane juga mencetak gol melawan Belgia di semifinal. Prancis mengalahkan Kroasia 4-2 di final untuk memenangkan Piala Dunia kedua mereka.

Varane juga memenangkan Liga Champions pada 2018 bersama Real Madrid. Dia bermain di sebagian besar pertandingan untuk Madrid juga dan bertandem dengan Sergio Ramos di lini belakang.

Sumber: Sportkeeda

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel