Istri Ahmad Fatanah tidak tahu terkait mobil sita

MERDEKA.COM. Pagi ini tampak istri Ahmad Fatanah membesuk suaminya yang ditahan di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Istri Fatanah yang bernama Septi itu tampak mengenakan kerudung ungu berbaju hitam.

Saat ditanya terkait penyitaan mobil yang dilakukan oleh KPK, Septi memilih irit bicara. Septi mengaku tak tahu dan malah menyuruh untuk menanyakannya langsung kepada Ahmad Fatanahnya sendiri. "Tanya bapak saja," singkatnya.

Meski demikian, Septi yang tengah hamil itu sempat memohon doanya agar kasus yang menjerat suaminya tidak mengganggu aktivitasnya. Septi sendiri juga mengaku tidak mengetahui pekerjaan sang suami.

"Ya mohon doanya saja. Saya gak tahu (pekerjaan Ahmad Fatanah)," singkatnya yang tengah hamil itu, saat jalan ke Rutan KPK di basement, Kamis (7/3).

Diketahui, KPK melakukan penggeledahan di sebuah apartemen Margonda Residence, Depok bernomor 605. Apartemen itu diduga disewa oleh Ahmad Fatanah dan Septi sejak November 2012. Septi juga sempat menjalani pemeriksaan di KPK sebagai saksi untuk suaminya.

Kini, Ahmad Fatanah dalam kasus suap impor daging juga ditetapkan menjadi tersangka pencucian uang. Semalam, KPK menyita empat buah mobil Ahmad Fatanah yang diduga hasil dari penyamaran dengan cara mengubah bentuk harta kekayaan hasil korupsinya.

Empat mobil itu yakni Toyota FJ Cruiser hitam bernomor polisi B 1330 SZZ, Toyota Alphard putih bernomor polisi B 53 FTI, Toyota Land Cruiser Prado TX hitam bernomor polisi B 1739 WFN, dan Mercedes-Benz C 200 hitam bernomor polisi B 8749 BS.

Tiga dari empat mobil mewah Ahmad Fatanah, selain Mercy, dibeli dari ruang pamer mobil impor, William Mobil, terletak di bilangan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Nilai empat mobil mewah milik AF itu nilainya ditaksir mencapai Rp 4,3 miliar.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.